Gara-gara Banjir, Proyek Jembatan Ini Terpaksa Dihentikan

proyek jembatan sungai pulut terhenti
TERHENTI: Tidak ada aktivitas pekerja di lokasi proyek Jembatan Sungai Pulut karena banjir.

SAMPIT, radarsampit.com – Bencana banjir selama dua pekan terakhir mengganggu pembangunan jembatan di Sungai Pulut, Desa Bawan, Kecamatan Mentaya Hulu. Proyek terpaksa dihentikan sampai banjir surut.

“Dampak banjir tidak hanya menganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga pembangunan jembatan di Desa Bawan. Sudah lebih dari seminggu banjir menggenang sehingga proyek terpaksa dihentikan sementara,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati yang baru-baru ini meninjau lokasi banjir di Desa Bawan, Kecamatan Mentaya Hulu.

Bacaan Lainnya

Irawati berharap bencana banjir di sejumlah wilayah lekas surut sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal seperti biasa.

“Semoga banjir lekas surut dan tidak ada banjir-banjir susulan sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan pekerjaan pembangunan proyek dapat kembali dilanjutkan,” kata Irawati.

Sekcam Mentaya Hulu Jajang Rayak mengatakan, pekerjaan pembangunan jembatan sudah dimulai sejak dua bulan terakhir. Namun, sejak 5 September sampai minggu ini pekerjaan dihentikan sementara akibat banjir yang menggenang hingga kedalaman 130-150 cm.

Baca Juga :  Berpotensi Kerek Inflasi, Perketat Rantau Pasok Beras

“Crane, ekskavator alat berat dan material seperti besi, batu, pasir terendam dan sebagian larut terbawa arus banjir. Pekerja tidak bisa bekerja sudah dari tanggal 5 September. Saya bersama Pak Camat mengecek lokasi kerja sudah mulai surut, pekerja juga sudah mulai membersihkan material pascaterendam banjir,” kata Jajang, Sabtu (17/9).

Jajang mengatakan proyek ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum,Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kotim dengan nama kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten dan sub kegiatan pembangunan jembatan. Sesuai papan proyek yang tertera, pekerjaan dimulai 29 Juni 2022 dan ditenggat selesai 5 Desember 2022.  Pelaksana kegiatan dikerjakan oleh CV Sari Alam Prima dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.165.965.183 yang bersumber dari APBD Kotim.

“Jembatan Sei Pulut ini masuk wilayah Desa Bawan dan merupakan perbatasan antara Desa Bawan dan Kelurahan Kuala Kuayan. Jarak dari lokasi menuju Kuala Kuayan sekitar 2 km,” tandasnya. (hgn/yit)



Pos terkait