Gula Dipajak 11 Persen, Harga di Bulog Naik Jadi Segini

Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menaikkan harga gula
KARUNG GULA: Pekerja mengangkut karung berisi gula yang didatangkan dari Jawa menuju gudang Perum Bulog Sampit, Jalan Jenderal Sudirman. (HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menaikkan harga gula dari Rp 13.500 menjadi Rp 14.500 per kg. Kenaikan yang berlaku sejak 1 April 2022, disebabkan komoditas tersebut mulai dikenakan pajak.

“Gula yang biasanya pajak dikenakan 0 persen, sekarang dikenakan pajak 11 persen,” kata Rony Hadianto, Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Kamis (31/3).

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga gula di Bulog akan membuat harga di pasaran juga naik melebihi Rp 14.500 per kg. ”Di pasaran kemungkinan harga bakal naik di atas Rp 15 ribu. Di Bulog saja sudah Rp 14.500. Ke depannya, apabila order berikutnya harga jual yang dipatok sudah plus pajak,” katanya.

Rony mengatakan, untuk penyediaan gula pasir, pihaknya langsung order dari Bulog Pusat. Sebelumnya, pada beberapa bulan lalu stok gula sempat mengalami kekosongan. Namun, sudah didatangkan kembali per awal Maret 2022.

”Stok gula memang sempat kosong beberapa bulan lalu. Awal Maret tadi didatangkan 30 ton, sekarang stok di Bulog yang tersisa tinggal 15 ton,” katanya.

Baca Juga :  Tidak Taat Pajak Kendaraan Jadi Bodong

Kekosongan juga terjadi pada komoditas minyak goreng dan tepung. Minyak goreng sudah mengalami kekosongan selama dua pekan terakhir dan stok tepung sudah mengalami kekosongan lebih dari sebulan.

Rony menambahkan, untuk komoditas tepung, pihaknya mengaku bimbang dari sisi penjualan. Pasalnya, harga dari pusat sudah dijual Rp 10 ribu. Sedangkan harga di pasaran Kota Sampit masih di bawah harga pusat, yakni di kisaran Rp 8-9 ribu per kg.

”Kami tetap order, tapi ya memang risiko penjualannya agak sulit, karena harga dari pusat sudah dikenakan Rp 10 ribu per kg, sementara di pasaran Kota Sampit masih ada yang menjual lebih murah lagi dari itu. Ada yang Rp 8-9 ribu, sehingga dari penjualan terasa pengaruhnya,” katanya.

Sementara itu, terkait kekosongan stok minyak goreng, Rony menjelaskan, pihaknya sudah berupaya memesan ke produsen. Namun, belum ada yang disetujui karena alasan minyak goreng kosong. Ada pula yang memesan harus antre.

Pos terkait