Hanya karena Masalah Pisang, Warga Bunuh Tetangga

pembunuhan
DIVISUM: Jenazah korban Nur Halima, 65, saat di kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. (Agus Faiz Musleh/Radar Bromo)

Radarsampit.com – Diduga salah paham karena masalah pisang, Nur Halima (65) tewas mengenaskan. Warga RT 06/RW 02, Dusun Tengah, Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, itu dibacok tetangganya Rabu (5/6/2024) pagi.

Terduga pelaku yaitu Budiono alias Husen (50) yang tidak lain tetangga korban yang tinggal di RT 7. Husen tinggal di dusun yang sama dengan korban, beberapa ratus meter saja dari rumah korban.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang didapat, aksi berdarah tesebut terjadi sekitar pukul 09.00 di rumah korban. Saat itu, seorang tetangga korban mendengar ada ribu-ribut di rumah korban. dia pun datang untuk mengecek.

Saat itulah, dia menemukan korban tewas terkapar di dapur rumahnya. Kondisi sangat mengenaskan.

Sekujur tubuhnya dipenuhi darah dengan sejumlah luka bacok. Bahkan, lantai keramik warna putih di rumah korban pun dipenuhi darah.

“Ketemunya sudah meninggal tergeletak di dapur. Saya ini keluarga jauh,” kata Saiful.

Baca Juga :  Korban Jambret di Sampit Alami Trauma, Pilih Berdiam Diri di Rumah

Pihak keluarga sendiri, menurutnya, tak mengetahui secara pasti kronologi kematian korban. Hanya menurutnya, kejadian bermula dari pohon pisang milik korban yang ditebang oleh orang tidak dikenal.

“Informasi yang saya terima seperti itu. Pohon pisang milik almarhumah di sawah, ditebang. Kemudian almarhumah ini bertanya ke Pak Husen apa ke istrinya Pak Husen begitu (terduga pelaku). Intinya, tidak menuduh. Bertanya baik-baik,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, terduga pelaku mendatangi korban di rumahnya untuk menanyakan masalah pisang ini. Sampai akhirnya, korban ditemukan sudah tak bernyawa di dapur rumahnya.

“Pak Husen ini tengkulak pisang. Namanya penjual pisang, tentu bawa celurit,” ujarnya.

Saiful pun sangat menyayangkan kejadian tersebut. Hanya karena masalah pisang, sampai menyebabkan keluarganya itu meninggal.

“Marah, sedih jadi satu. Almarhumah ini tinggal seorang diri di rumahnya karena tidak punya anak. Suaminya kerja di Bali. Hal sepele sampai menyebabkan kayak gini. Kami keluarga berharap ada hukuman setimpal untuk pelaku,” katanya.

Sementara itu, tim Inafis Polres Probolinggo datang ke lokasi kejadian didampingi petugas Polsek Krucil.



Pos terkait