Harati di Simpang Jalan karena Halikinnor Disebut Mendaftar Bacagub Kalteng

Bakal Bersaing dengan Agustiar, Supian Hadi, Willy, dan Sigit

bakal calon peserta pilkada
Ilustrasi

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Kelanjutan pasangan Halikinnor-Irawati (Harati) berada di persimpangan jalan. Pasalnya, Halikinnor disebut-sebut telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur Kalteng. Artinya, apabila Halikinnor yang diusung nantinya, Irawati akan berpasangan dengan kandidat lain apabila maju dalam Pilkada Kotim.

Informasi itu diungkap Sekretaris DPD PDIP Kalteng Sigit K Yunianto saat ditanya Radar Sampit, siapa saja kader internal banteng yang telah mendaftar sebagai bakal calon gubernur. ”Ada saya, ada Agustiar Sabran, ada Willy, ada SHD (Supian Hadi), ada Halikin,” katanya, Senin (29/4/2024).

Bacaan Lainnya

Sigit mempertegas lagi nama-nama itu telah mendaftarkan diri secara internal. Hanya saja, pendaftarannya tak terang-terangan alias tak diekspose ke publik. ”Ada yang menyerahkan langsung, ada yang diam-diam, ada yang langsung ke DPP. Karena di internal lebih mudah untuk pendaftaran,” ujarnya.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Halikinnor terkait langkah politiknya dalam pilkada November mendatang. Kelanjutan Harati jilid II juga belum ada kejelasan.

Halikinnor beberapa waktu lalu hanya mengatakan segala kemungkinan bisa saja terjadi. Dia mengaku menunggu arahan partai dan fokus menjalankan tugasnya sebagai Bupati Kotim.

”Bisa saja saya sebut bersama Irawati maju kembali, namun belum tentu, bisa saja saya tidak maju nyalon lagi. Entah karena sakit, kita tidak tahu,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Adapun Irawati, juga tak secara tegas menyebutkan Harati akan berlanjut ke jilid II. Dia hanya berharap bisa berlanjut. Alasannya, masih menunggu keputusan PDIP.

”Perintah partai harus saya jalankan apa pun itu. Saya harus siap, mau nanti perintah partai saya tetap jadi wakil atau jadi calon bupati, saya harus siap. Saya berharap partai tetap merekom saya bersama Harati,” kata Irawati kepada wartawan 1 April lalu.

Irawati mencontohkan saat Pilkada Kotim sebelumnya, dia tidak ada niat maju menjadi wakil bupati. Saat itu dia baru saja terpilih dan dilantik menjadi anggota DPRD Kalimantan Tengah. Hal itu merupakan sebuah pencapaian politik yang luar biasa.

Namun, secara tiba-tiba datang surat rekomendasi pencalonan dari DPP PDI Perjuangan yang menugaskan dirinya mendampingi Halikinnor. ”Karena perintah partai, suka tidak suka dan mau tidak mau,” katanya.

Di sisi lain, dorongan terhadap Halikinnor untuk bersaing memperebutkan kursi gubernur dan wakil gubernur Kalteng sebelumnya datang dari sejumlah kalangan. Dia dinilai layak karena sarat pengalaman dalam pemerintahan.

”Akan sangat baik sekali jika Halikinnor maju Pilkada Gubernur Kalteng, karena yang bersangkutan sudah mengetahui dan memahami sistem pemerintahan. Di samping itu, sebagai Bupati Kotim dalam waktu yang singkat sudah membawa perubahan bagi Kotim dan ini berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Riduan Kesuma, pengamat politik dan kebijakan publik di Kotim, beberapa waktu lalu.

Menurut Riduan, secara politik Halikinnor memiliki beberapa modal utama, di antaranya sarat pengalaman memimpin Kotim dengan  jenjang karier dari staf hingga top birokrat.

”Selain putra daerah Kalteng, Halikinnor juga memahami geografis dan karakter masing-masing daerah kabupaten dan kota di Kalteng. Mulai dari DAS Barito, Kahayan, Katingan, Seruyan, dan Mentaya,” katanya. (daq/ign)

Pos terkait