Aquarius Boutique Hotel Sampit (ABHS) punya nakhoda baru. Ialah Harry Darmawan yang kini menggantikan Didik S Abadi sebagai General Manager ABHS. Pria kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, ini memegang kendali hotel bintang empat di Kota Mentaya mulai 8 November 2023.
=========== | radarsampit.com
Kehadiran Harry Darmawan disambut langsung oleh General Manager Coorporate Aquarius Boutique Hotel Bayu Andi Bawono bersama para manajer ABHS. Dia tampak antusias kembali bisa ke Kalimantan, pulau yang pernah didiaminya selama sembilan tahun.
Bagi Harry, dunia perhotelan bukanlah hal baru. Pria kelahiran tahun 1971 ini sudah berkecimpung di perhotelan sejak tahun 1994. Tempat pertama adalah Hotel Shangrila Surabaya.
”Saya sepuluh tahun di Hotel Shangrila, di bagian food and beverage. Setelah 10 tahun, saya keluar Shangrila untuk menangani independent restaurant,” kata Harry saat dibincangi Radar Sampit Kamis (8/11/2023).
Tahun 2006, Harry kembali kerja di perhotelan, yakni Emipre Palace Hotel Surabaya. Setahun kemudian dia bergeser ke Grand Mercure Hotel. Sampai akhirnya Harry mendapat job baru di Kalimantan Selatan, tepatnya di Aston Tanjung City Hotel, Tabalong. ”Saya cukup lama di Aston Tanjung, dari 2008 sampai 2017,” ujar Harry.
Setelah sembilan tahun di Tabalong, rupanya Harry ingin mencari tantangan baru di kota lain. Dia mendapat kesempatan untuk memimpin Maxone Hotel Makasar, Sulawesi Selatan. Tak sampai setahun di Maxone, Harry pindah ke Garden Palace.
Petualangan terjauh saya ada di Pulau Morotai, Maluku Utara, ketika menangani praopening Hotel Sahid tahun 2019. Morotai merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia. ”Cukup berkesan menangani hotel di sana. Pulau kecil, terluar, penduduk hanya 70 ribu,” ujarnya.
Sektor wisata jadi andalan di Pulau Morotai. Apalagi Mototai masuk 10 Bali baru yang disiapkan menjadi destinasi wisata. Pengembangan 10 Bali baru ini dilakukan dalam program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas. KSPN memiliki fungsi utama sebagai destinasi wisata atau mempunyai potensi pengembangan pariwisata.
KSPN juga mempunyai pengaruh penting dalam pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya. Pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan. “Sebagai kawasan prioritas, KSPN perlu ditata dan dikembangkan untuk menarik minat wisatawan. Karena itu, Kementerian PUPR mendukung melalui pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
”Karena Pulau Morotai merupakan pulau terluar, banyak juga tamu dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kominfo. Di sana juga ada pelabuhan dan bandara sebagai pintu gerbang keluar masuk pulau,” ujar Harry.
Usai di Morotai, Harry pindah ke Ternate dan tetap menangan Hotel Sahid. Perjalanan berikutnya ke Nusa Tenggara Barat, hingga akhirnya berlabuh di Aquarius Boutique Hotel Sampit (ABHS).
”Kalimantan bukanlah tempat baru bagi saya, karena pernah lama di Tabalong. Ada banyak kenangan manis yang membawa saya kembali ke Kalimantan. Bedanya, dulu di Tabalong, sekarang di Sampit. Di Tabalong banyak perusahaan tambang, Sampit banyak perusahaan sawit,” ujarnya.
Sebagai GM ABHS, Harry melihat Sampit memiliki potensi besar dalam bisnis perhotelan. Sampit menjadi salah satu pintu gerbang Kalteng dan menjadi perlintasan antara Pangkalan Bun, Palangka Raya, dan Seruyan. Kondisi ini menjadikan ABHS sebagai tempat persinggahan utama para pelaku perjalanan bisnis.
”General manajer baru punya tanggung jawab besar, yakni tanggung jawab kepada karyawan, kepada owner, dan kepada customer. Tentu akan ada hal-hal baru yang akan kami tawarkan untuk para customer nantinya,” ujar pecinta olahraga bulutangkis ini. (yit)








