SAMPIT, radarsampit.com – Tiga kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, yakni Seranau, Mentawa Baru Ketapang, dan Kotabesi, melaksanakan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), Senin (16/1). Ratusan usulan dalam berbagai bidang ditampung dalam kegiatan tersebut.
Usulan terbanyak di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan total 253 usulan. Terbagi menjadi bidang ekonomi 68 usulan, pendidikan 82 usulan, dan bidang sarana prasarana (sarpras) 103 usulan.
Pada bidang sarpras, usulan yang disampaikan terkait perbaikan jalan dan gang, aspal jalan, semenisasi, penimbunan agregat, pembangunan siring atau drainase, pengadaan penerangan jalan umum, pengadaan tiang listrik, serta pemasangan jaringan saluran air bersih PDAM.
”Yang menjadi prioritas tentunya masih sekitar usulan fisik. Untuk jalan, jembatan, dan lainnya, masih banyak yang diusulkan tokoh masyarakat saat musrenbang di tingkat desa maupun kelurahan,” ujar Camat MB Ketapang Eddy Hidayat.
Menurut Eddy, anggaran paling besar ada di bidang infrastruktur. Hal ini karena kebutuhan dan keinginan masyarakat, hampir setiap RT ingin jalannya bagus dan gang mulus. Selain infrastruktur, bidang pendidikan juga menjadi prioritas yang ingin ditingkatkan.
”Karena penduduk yang banyak, sedangkan sekolah yang ada sudah overload, contohnya SD di wilayah Kelurahan Pasir Putih, perlu tambahan sekolah atau minimal tambahan gedung baru atau ruang kelas baru,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, di wilayah desa belum ada SMA, sehingga pihaknya ingin agar tingkat pendidikan tersebut dibangun di desa. Hal itu agar anak-anak yang ingin masuk SMA bisa lebih mudah. Selama, sebagian anak yang ingin masuk SMA di Sampit ditolak, karena dinilai di luar zonasi.
”Akhirnya mereka kalau mau masuk SMA masuknya SMA di Bagendang atau Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Pilihannya masuk SMK atau masuk SMA di Bagendang,” ungkapnya.
Eddy melanjutkan, usulan yang sudah dilaksanakan hasilnya akan dibahas lagi dalam musrenbang tingkat kabupaten. Selanjutnya ditentukan mana saja rencana dan usulan yang masuk prioritas pembangunan tahun 2024.
Di Kecamatan Seranau, musrenbang dihadiri Kepala Bappenda Kotim Ramadansyah yang mewakili Bupati Kotim Halikinnor. Hadir pula anggota DPRD dapil 2 Dadang Siswanto, Abdul Kadir, dan Rambat, serta Kepala SOPD terkait.
Camat Seranau Dedy Purwanto mengatakan, pada musrenbang tahun ini, pihaknya mengusulkan 50 usulan untuk rencana pembangunan tahun 2024. Usulan yang disampaikan kades dan lurah berkaitan dengan bidang sarpras, sosial, ekonomi, pertanian, perikanan, dan pendidikan. Namun, lebih banyak difokuskan pada peningkatan atau perbaikan jalan, pemeliharaan jembatan, pertanian, dan penerangan jalan.
”Sesuai rencana Bupati Kotim, tahun ini Pemkab Kotim sudah menganggarkan untuk pembangunan Dermaga Sampit dan Dermaga Seranau agar layak difungsikan untuk kapal feri penyebrangan angkutan mobil,” kata Dedy.
Dalam musrenbang tahun ini, pihaknya menitikberatkan pada peningkatan jalan, terutama Jalan Mufakat yang merupakan jalan poros dari Dermaga Seranau menuju Kantor Kecamatan Seranau.
”Jalan Mufakat ini jalan poros yang menghubungkan antardesa di Kecamatan Seranau. Saat ini masih berupa semenisasi yang kondisinya masih banyak yang rusak, sekitar 600 meter. Sebagian sudah ada yang diaspal tetapi belum semua,” ungkapnya.
Di Kecamatan Kotabesi, kegiatan yang sama dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik Najmi Fuadi. Ada 31 usulan yang menjadi prioritas pembangunan, terutama di bidang peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, dan perbaikan gang.








