Ratusan Usulan Pembangunan di Tiga Kecamatan, Tak Semua Langsung Dikabulkan

musrenbang kecamatan mentawa baru ketapang
JARING ASPIRASI: Kegiatan Musrenbang RKPD Kotim tahun 2024 di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (16/1). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Tiga kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, yakni Seranau, Mentawa Baru Ketapang, dan Kotabesi, melaksanakan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), Senin (16/1). Ratusan usulan dalam berbagai bidang ditampung dalam kegiatan tersebut.

Usulan terbanyak di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan total 253 usulan. Terbagi menjadi bidang ekonomi 68 usulan, pendidikan 82 usulan, dan bidang sarana prasarana (sarpras) 103 usulan.

Bacaan Lainnya

Pada bidang sarpras, usulan yang disampaikan terkait perbaikan jalan dan gang, aspal jalan, semenisasi, penimbunan agregat, pembangunan siring atau drainase, pengadaan penerangan jalan umum, pengadaan tiang listrik, serta pemasangan jaringan saluran air bersih PDAM.

”Yang menjadi prioritas tentunya masih sekitar usulan fisik. Untuk jalan, jembatan, dan lainnya, masih banyak yang diusulkan tokoh masyarakat saat musrenbang di tingkat desa maupun kelurahan,” ujar Camat MB Ketapang Eddy Hidayat.

Menurut Eddy, anggaran paling besar ada di bidang infrastruktur. Hal ini karena kebutuhan dan keinginan masyarakat, hampir setiap RT ingin jalannya bagus dan gang mulus. Selain infrastruktur, bidang pendidikan juga menjadi prioritas yang ingin ditingkatkan.

Baca Juga :  AKHIRNYA!!! Pemerintah Tetapkan Harga TBS Minimal Rp 1.600 Per Kilogram

”Karena penduduk yang banyak, sedangkan sekolah yang ada sudah overload, contohnya SD di wilayah Kelurahan Pasir Putih, perlu tambahan sekolah atau minimal tambahan gedung baru atau ruang kelas baru,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, di wilayah desa belum ada SMA, sehingga pihaknya ingin agar tingkat pendidikan tersebut dibangun di desa. Hal itu agar anak-anak yang ingin masuk SMA bisa lebih mudah. Selama, sebagian anak yang ingin masuk SMA di Sampit ditolak, karena dinilai di luar zonasi.

”Akhirnya mereka kalau mau masuk SMA masuknya SMA di Bagendang atau Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Pilihannya masuk SMK atau masuk SMA di Bagendang,” ungkapnya.

Eddy melanjutkan, usulan yang sudah dilaksanakan hasilnya akan dibahas lagi dalam musrenbang tingkat kabupaten. Selanjutnya ditentukan mana saja rencana dan usulan yang masuk prioritas pembangunan tahun 2024.

Pos terkait