Hidupkan Lagi Kampung Rindu, Kembalikan Marwah Tempat Wisata Warga

Ketika Warga Bantaran Ubah Jamban Menjadi Taman Apung

Lorong Rindu atau Kampung Rindu pernah menjadi ikon wisata malam di Kabupaten Kotawaringin Barat
DIUBAH LEBIH INDAH: Jamban yang semula kumuh dan terbengkalai, diubah menjadi taman terapung menggunakan dana swadaya, Sabtu (9/4). (IST/RADAR SAMPIT)

Lorong Rindu atau Kampung Rindu pernah menjadi ikon wisata malam di Kabupaten Kotawaringin Barat. Puluhan warung, kedai kopi, dan berbagai kuliner tersedia di wisata tepi Sungai Arut itu. Sayangnya Kampung Rindu tak mampu bertahan lama akibat hantaman pandemi Covid-19.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

Bacaan Lainnya

Kampung rindu di RT 05, Gang Flamboyan, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kobar, mulai menggeliat kembali. Ikon wisata malam di bantaran sungai Arut ini ditata kembali oleh remaja dan pemuda setempat.

Semangat menghidupkan kembali kampung rindu, bermula ketika awal Ramadan, pemuda setempat menggelar Pasar Ramadan dengan tajuk Bejaja Wadai. Even kreatif dan inovatif para pelaku UMKM tersebut berjalan sukses.

Ide kreatif itu ternyata berlanjut. Warga mulai berbenah. Bersolek dengan menghias halaman rumah mereka dan jembatan ulin di tepi Sungai Arut agar penuh warna-warni lampu.

Baca Juga :  Ikuti Arahan Presiden, Kotim Bakal Berlomba Gunakan Produk Dalam Negeri

Selain mendukung program wisata pemerintah daerah, warga juga mendukung program nol jamban dengan menyulap jamban yang kumuh dan kotor di Kampung Rindu menjadi taman terapung yang indah di malam hari.

Gagasan itu bermula dari keisengan pemuda setempat yang ingin jamban terbengkalai menjadi bersih dan rapi. Tanpa komando, sejumlah pemuda bergotong royong.

Rumput tinggi ditebas. Papan lapuk dibongkar, diganti papan baru. Berbagai ornamen dan partisi ditambah untuk mempercantik tampilan.

Berhari-hari mereka bergotong royong tanpa mengharapkan upah dari titik peluhnya. Bahkan, mereka bergotong royong masih dalam keadaan puasa.

Babe Heri merupakan sosok yang getol memotivasi pemuda di Kampung Rindu untuk kembali menghidupkan dan mengembalikan marwah kampung yang pernah menjadi tujuan wisata malam warga Kobar.

”Kami mulai dari langkah kecil. Kemudian berlanjut dengan menyulap jamban terbengkalai menjadi taman apung yang bila malam hari menjadi tempat santai,” ujarnya.

Pos terkait