Jaga Situasi Kondusif dengan Razia THM

palangkaraya,razia thm,Kapolresta
Aparat gabungan ketika memeriksa identitas pribadi para pengunjung salah satu THM di Kota Palangkaraya, Sabtu (15/10) malam.(istimewa)

PALANGKA RAYA-RadarSampit.com- Kesekian kalinya, aparat gabungan terdiri dari  kepolisian, anggota TNI dari Kodim 1016/Palangka Raya, Denpom TNI XII/2 Palangka Raya, BNN Kota Palangka Raya dan Satpol PP setempat beserta unsur terkait lainnya,  menggelar razia ke tempat hiburan malam (THM), Sabtu (15/10) malam.

Razia dadakan itu juga untuk penegakan Peraturan Daerah Kota Palangka Raya dan pemeriksaan pengunjung, apabila terindikasi memakai narkoba. Namun, tidak ditemukan pelanggaran berat dalam razia tersebut. Sejumlah THM yang didatangi tim gabungan tersebut,  seperti Billbozz, Senayan Lounge, Cafe Incisiva, Cafe EDW dan lainnya.

Ketika tim masuk ke ruang THM, sejumlah pengunjung terlihat kaget. Namun tidak ada penolakkan saat petugas melakukan pemeriksaan identitas. Beberapa pengunjung yang  tak membawa KTP pun,  terpaksa didata dan dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa melalui Kasat Samapta AKP Gatoot Sisworo mengatakan, sasaran razia pemeriksaan sejumlah THM. Namun menurutnya, tidak ditemukan ada pengunjung terindikasi menggunakan narkoba, dari sejumlah THM yang dimasuki tim gabungan tersebut.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi untuk Lansia di Kalteng Rendah

“Namun, ada beberapa pengunjung terpaksa kami minta keterangan lebih lanjut karena tidak memiliki atau membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk) saat dirazia. Semua berjalan aman dan kondusif, tidak ada perlawanan,” ujarnya.

Gatoot menambahkan, razia itu juga dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Kota Palangka Raya dan mengedepankan kebhinekaan dalam perbedaan, guna menjaga situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus kondusif.

“Kita mengajak memelihara Kamtibmas, Polri tidak dapat bekerja sendiri. Tetapi memerlukan kerjasama dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan organisasi masyarakat ( Ormas ) untuk bersama-sama menciptakan kondusifitas di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.(daq/gus).

Pos terkait