SAMPIT, radarsampit.com – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus bertambah. Tragedi jalanan tersebut silih berganti membasahi aspal dengan darah para korban. Kesadaran berkendara dengan mematuhi aturan lalu lintas dan keselamatan jadi harga mati agar nyawa tak lagi melayang sia-sia.
Dalam dua hari terakhir, jalanan di Kotim mencatat dua kecelakaan. Pada Sabtu (24/6) lalu, seorang pengendara motor dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat kecelakaan di perempatan Jalan Yos Sudarso-S Parman, kawasan Taman Kota Sampit. Korban yang berusia lanjut diseruduk dari belakang. Pelaku disebut-sebut masih di bawah umur.
Belum sampai 24 jam berlalu, Minggu (25/6) dini hari, kecelakaan beruntun melibatkan dua mobil dan pikap pengangkut durian, terjadi di jalan arah Sampit – Pangkalan Bun. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka. Ratusan durian yang diangkut pikap tersebut terserak di jalan.
Kasat Lantas Polres Kotim AKP Azmi Halim Permana mengatakan, kecelakaan bermula saat pikap dengan nomor polisi (nopol) B 9109 PN yang dikemudikan Wahyudi (50), melaju dari arah Sampit menuju Pangkalan Bun. Awalnya tidak ada masalah dalam perjalanan mereka. Pikap itu melaju terkendali.
Petaka menyapa saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman km 17. Dari arah berlawanan, meluncur mobil bernopol KH 1617 LA yang dikemudikan Rikas (28), masuk ke jalur lawan. Jarak yang sudah dekat membuat benturan tak terhindarkan. Kecelakaan berlanjut ketika dari arah belakang, mobil lainnya menabrak belakang pikap.
”Setelah mendapatkan laporan, kami langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi para korban,” kata Azmi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian dengan kerugian mencapai Rp3 juta tersebut. Tiga unit kendaraan yang terlibat langsung diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut. ”Ada dua korban luka-luka (pengemudi pikap dan penumpangnya, Red). Mereka dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Peristiwa itu menambah panjang daftar kecelakaan di Kotim. Sebagian besar kecelakaan merenggut korban jiwa. Dari sejumlah kejadian, pemotor merupakan korban paling rentan kehilangan nyawa.
Rabu (21/6) pekan lalu, misalnya, Sumanto Hari Purnomo (55) dan Yani Suningsih (51), tewas setelah digilas truk di Jalan Jenderal Sudirman km 1 Sampit. Beberapa hari sebelumnya, dua pengendara juga tewas setelah terlibat kecelakaan dengan truk di lokasi berbeda.
Kecelakaan pada Juni melanjutkan tingginya tren kecelakaan di Kotim bulan sebelumnya. Selama Mei 2023, Polres Kotim mencatat 19 kasus kecelakaan. Dari belasan perkara tersebut, sembilan pengendara hilang nyawa. Selain itu, 20 korban lainnya mengalami luka ringan dan berat.
Azmi telah mengingatkan pengendara terkait bahaya yang mengintai di jalanan tersebut. Dia meminta masyarakat, terutama pengendara motor meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat berkendara.
”Apabila bepergian menggunakan kendaraan, utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Pastikan juga kendaraan yang dipakai dalam keadaan normal, sehingga pengendara aman selama di perjalanan,” ujarnya.
Tingginya angka kecelakaan tersebut seirama dengan tingginya pelanggaran lalu lintas ketika aparat menggelar razia. Paling banyak pelanggaran terjaring dari pengendara motor.
Berdasarkan catatan Polres Kotim, hampir seluruh kecelakaan lalu lintas diawali dengan pelanggaran lalu lintas. Aparat sering mengingatkan pada pengendara agar mematuhi aturan agar selamat di jalan. Selain itu, sebelum turun ke jalan, kondisi kendaraan harus dalam keadaan aman. (sir/ign)








