Kalteng Masih Jadi Sasaran Pangsa Pasar Besar Narkoba

kalteng narkoba
BUDAK SABU : Personel Kepolisian saat melakukan pengamanan beberapa tersangka peredaran narkotika di wilayah Kalteng, belum lama ini. DODI/RADAR PALANGKA

PALANGKA RAYA,Radarsampit,com –  Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menjadi sasaran pangsa pasar peredaran narkoba. Barang haram ini dipasok dari Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Peredaran narkoba paling banyak didominasi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Palangka Raya, Gunung Mas dan Lamandau.

Bacaan Lainnya
Gowes

Terkait itu, berbagai kegiatan dan langkah  pencegahan dilakukan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) agar narkoba tidak masuk dari provinsi tetangga yakni Kalsel dan Kalbar.

“Kami terus berupaya untuk melakukan pencegahan jalur masuk narkoba jenis sabu, seperti yang selama ini diungkap Polres Kobar, Kotim, Lamandau dan Seruyan. Kebanyakan kiriman dari jaringan Kota Pontianak, Kalbar dan Banjarmasin, Kalsel,” ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Pol Nono Wardoyo, Jumat (5/5).

Kata Perwira Menengah Polri ini, pencegahan agar narkoba jenis sabu-sabu yang berasal dari provinsi tetangga tersebut tidak masuk dengan meningkatkan razia rutin di perbatasan Kalteng-Kalbar.

Baca Juga :  Komitmen Disdik Kota Palangka Raya Tingkatkan Kualitas Pendidikan

“Razia secara rutin di jalur darat melalui perbatasan antara Kalteng-Kalbar wajib diperketat. Dan saya juga sudah memerintahkan para kasat narkoba di wilayah setempat untuk terus melakukan hal tersebut, sehingga meminimalisir tindak kejahatan narkoba bisa masuk ke wilayah hukum kami,” ungkapnya.

Nono menuturkan, di triwulan pertama yakni Januari, Februari hingga Maret 2023 yang paling banyak mengungkap kasus narkoba yakni Ditres Narkoba Polda Kalteng sebanyak 25 kasus, Polres Kotim 83 kasus dan Polres Kobar 18 kasus.

“Masuknya narkoba dari jalur Kalbar ke Kalteng cukup dominan. Maka dari itu pihaknya akan terus melakukan pengungkapan terkait peredaran narkoba yang bisa disebarkan ke sejumlah kabupaten kota . Kami juga selalu berkolaborasi dengan aparat penegak hukum lainnya, seperti Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng, Kemenkumham serta lain sebagainya,” tuturnya.

Ia menekankan, berbagai upaya terus dilakukan  sehingga pengungkapan peredaran narkoba bisa dilakukan dengan cepat dan menangkap para bandar-bandar besarnya.Selain itu meminta kepada para kasat narkoba di setiap polres jajaran agar kembali memeriksa dan mencari tahu jaringan narkoba kepada para tersangka yang sudah ditangkap.



Pos terkait