Kasus Pencurian Meteran, PDAM Sudah Melapor tapi Belum Direspons Polisi

meteran PDAM
PENCURIAN : Andi (22) warga Jalan Mentaya Permai I, Kecamatan Baamang, Sampit memperlihatkan meteran PDAM miliknya yang hilang dicuri, Senin (29/1/2024) (FAHRY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Direktur Perumdam Tirta Mentaya Sampit Firdaus Herman menerima hingga puluhan laporan kehilangan meteran air milik pelanggan dalam beberapa hari terakhir.

”Kami setiap harinya mendapatkan laporan puluhan pelanggan yang kehilangan meteran PDAM,” kata Firdaus, Jumat (2/2/2024).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, akibat kejadian ini, kerugian bukan hanya dirasakan oleh pelanggan saja, melainkan juga pihaknya lantaran pipa air dari meteran terus mengeluarkan air.

”Makanya, air itu terus mengalir tanpa adanya meteran,” ucapnya.

Ditegaskannya, beberapa waktu lalu dirinya juga sudah melaporkan hal ini ke Polsek Baamang dan Polsek Ketapang sesuai dengan lokasi meteran yang hilang dicuri.

”Kami sudah melaporkan kejadian ini namun belum direspons lantaran nominal meteran tidak mencapai Rp 2,5 juta,” sebutnya.

Firdaus pun menyayangkan hal ini, dirinya mencontohkan penanganan kasus di daerah lain, pencurian buah palawija saja diproses hukum, apalagi hanya meteran air yang nilainya mencapai Rp 2,5 juta.

Baca Juga :  Ketika Gelombang Protes Pernyataan Edy Mulyadi Terus Meluas

”Kasus ini sudah terjadi hampir 3 minggu ini. Bayangkan saja jika dalam satu hari jumlahnya mencapai 30 meteran, berapa kerugian jika ditotalkan,” imbuhnya.

Direktur Perumdam Tirta Mentaya Sampit berharap Kepolisian bisa merespons keluhan masyarakat yang menjadi korban pencurian meteran PDAM. (sir/fm)

 



Pos terkait