Kasus Warisan Batal ke Jalur Hukum

Kasus Warisan
(Dodi) Tim kuasa hukum Sugeng Aribowo bersama H Akli usai menerima pemberitahuan dari Ditreskrimum Polda Kalteng

PALANGKA RAYA – Penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Kalteng akhirnya menghentikan penyelidikan terkait perkara dugaan memasukkan keterangan palsu dan kejahatan terhadap asal usul seseorang. Laporan itu disampaikan H Yayan sebagai pelapor pada 23 Februari 2021.

Laporan itu lantaran sebelumnya, H Yayan, anak tertua dari keluarga melaporkan adiknya Ahmad Iswani kepada Ditreskrimum Polda Kalteng. Langkah hukum itu diduga lantaran  tidak masuknya nama H Yayan dalam surat keputusan Pengadilan Agama terkait ahli waris selepas meninggalnya sang ayah.

Bacaan Lainnya

“Setelah sekian lama, kami  mendapat informasi secara lisan bahwa laporan yang dibuat H Yayan kepada adik kandung yakni H Iwan dinyatakan dihentikan penyelidikannya. Alasannya karena tidak cukup bukti,” tutur kuasa hukum Sugeng Aribowo mewakili klien Ahmad Iswani alias H Iwan selepas mendatangi kantor Ditreskrimum Polda Kalteng, Senin (7/6).

Kata dia, sebenarnya persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun H Yayan tetap melapor dengan menduga bahwa keputusan Pengadilan Agama membuat H Yayan tidak menerima warisan dari sang ayah dan menilai terjadi persengkongkolan dalam keluarga untuk menghilangkan dirinya dari daftar ahli waris kekayaan.

Baca Juga :  Penyebaran Covid-19 di Palangka Raya Terkendali

“Jadi dibuatnya surat keterangan ahli waris melalui pengadilan agama itu dianggap menghilangkan asal usul dari H Yayan. Padahal surat keterangan dibuat hanya untuk mengambil uang. Surat keterangan ahli waris itu sudah disepakati, termasuk di dalamnya H Yayan yang turut mengetahui,” sebutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.