Kejar Target Vaksinasi 70 Persen, Ini Perintah Gubernur Kalteng

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menginstruksikan semua kabupaten/kota untuk mempercepat program vaksinasi
DIGENCARKAN: Ketua TP PKK Provinsi Kalteng Ivo Sugianto Sabran dan Ketua IWAPI Kalteng Asti Anita Sari Rizky Badjuri saat meninjau vaksinasi massal di Bundaran Besar Palangka Raya, beberapa waktu lalu. (DODI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menginstruksikan semua kabupaten/kota untuk mempercepat program vaksinasi minimal mencapai 70 persen di akhir tahun.

”Sekarang capaian vaksinasi se-Kalteng sudah 60,03 persen. Mudah-mudahan dalam  satu bulan bisa mengejar target, paling tidak akhir tahun capaian vaksinasi sampai 70 persen,” kata Sugianto Sabran, Rabu (17/11).

Bacaan Lainnya

Sugianto menuturkan, dengan jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas sebanyak 1.803 orang, diharapkan bisa mempercepatkan gerakan vaksinasi Covid-19.

”Setiap hari stok vaksinasi disiapkan 130 ribu vaksin. Nakes kita ada 1.803 orang dan masih ada cadangan. Jadi, saya minta bupati/wali kota se-Kalteng bekerja maksimal mengejar percepatan vaksinasi Covid-19,” ujarnya.

Dia meminta setiap daerah memanfaatkan kesempatan untuk memaksimalkan penjadwalan vaksinasi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadaman Kebakaran (BPBPK) Kalteng, ada enam daerah yang dilanda banjir, yakni Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Timur, dan Barito Selatan.

Baca Juga :  Bupati Cari Cara Agar Razia Miras Tidak Lagi Bocor

”Setiap ada kesempatan, segera lakukan vaksinasi. Jangan lupa bergerak dan berikan layanan vaksinasi ke posko pengungsian yang daerahnya terdampak banjir. Jangan pernah jenuh berikan layanan vaksinasi dan tetap perhatikan prokes,” kata Sugianto.

Menanggapi instruksi Gubernur Kalteng, Bupati Kotim Halikinnor menyatakan, akan lebih menggencarkan program vaksianasi.  ”Laporan capaian vaksinasi Covid-19 untuk dosis 1 sudah mencapai 56,38 persen, dosis 2  mencapai 30,05 persen, dan dosis ketiga 72,80 persen. Sampai sekarang layanan vaksinasi Covid-19 masih terus dikejar,” ujarnya.

Dia akan memerintahkan Dinkes Kotim melakukan pemetaan wilayah mana saja yang progress vaksinasinya lambat agar dievaluasi. ”Saya minta Dinkes Kotim melakukan mapping mana saja kecamatan yang lambat progressnya. Itu saya minta didorong lagi. Kenapa lambat progress itu, akan dicari tahu dan akan dievaluasi,” tandasnya. (hgn/ign)

Pos terkait