Kotim Targetkan Seluruh Desa Berbasis Website

pelatihan website desa
PELATIHAN: Puluhan perangkat desa di Kecamatan Tualan Hulu mengikuti pelatihan pembuatan website dan tata kelola keuangan desa di Aula DPMD Kotim Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (15/3).

SAMPIT, radarsampit.com – Guna mewujudkan pelayanan publik yang transparan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan pelatihan pembuatan website dan pelatihan tata kelola keuangan desa.  Pelatihan diikuti kurang lebih 30 perangkat desa di Kecamatan Tualan Hulu yang dilaksanakan di aula DPMD Kotim, Jalan Jenderal Sudirman.

“Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari. Kemarin perangkat desa dari perwakilan 11 desa di Kecamatan Tualan Hulu sudah diberikan pelatihan pembuatan website dan 11 desa semua sudah membuat website,” kata Raihansyah, Kepala DPMD Kotim, Rabu (15/3).

Bacaan Lainnya

Dalam pemberian pelatihan ini, DPMD Kotim mendatangkan pemateri dari Diskominfo Kotim, DPMD Kotim dan Inspektorat.  Pelatihan ini diinisiasi oleh Camat Tualan Hulu berdasarkan usulan desa  ingin membuat website. Sedangkan DPMD hanya memfasilitasi tempat dan pemateri.

”Hari kemarin pembuatan website pemateri dari Diskominfo, hari ini dilanjutkan pembinaan tata kelola keuangan desa dari Kabid kami di DPMD dan besok dilanjutkan evaluasi dari Inspektorat,” ujarnya.

Menurutnya, semangat perangkat desa di Kecamatan Tualan Hulu untuk mewujudkan pemerintahan desa yang bersih dan transparan dapat memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan pelayanan publik.

Baca Juga :  APBD Perubahan Kotim Capai Rp 2,34 Triliun, Ternyata Masih Kurang

“Pencanangan Clean Government Village salah satunya dengan memberikan pelayanan publik yang transparan tanpa rahasia. Dan, kami menginginkan seluruh desa berbasis website, sehingga semua program, kegiatan, musyawarah, laporan keuangan desa itu diupload di website yang dapat dilihat oleh publik,” katanya.

Perangkat desa atau operator website juga bisa bercerita dengan cara mengeksplore potensi wisata dan budaya di desa yang belum diketahui masyarakat agar desa itu dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Raihansyah mengatakan, dari 168 desa di Kotim, belum semua memiliki website sehingga pelatihan pembuatan website ini salah satu gerakan DPMD untuk mempercepat desa membuat dan mengelola website.

“Selama saya 15 hari menjabat sebagai Kepala DPMD Kotim sudah ada 35 desa yang tadinya belum memiliki website sekarang sudah memiliki website. Desa-desa di Kota Sampit sebenarnya sudah ada yang memiliki website, tetapi belum kami data semua. Kemungkinan ada sekitar 50 desa yang sudah memiliki website. Tetapi, memang desa yang sudah memiliki website belum maksimal mengelolanya, sehingga itu yang ingin saya dorong agar perangkat desa lebih aktif dalam pelaporan dan input data dan informasi apapun kegiatan desa diupload ke website,” katanya.



Pos terkait