SAMPIT, RadarSampit.com – Volume sampah di Depo Mini Sehati 02 Jalan Sampurna Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah kembali normal. Tidak ada lagi sampah yang meluber hingga ke jalan.
Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim bekerja lembur untuk membersihkan sampah di sejumlah depo, termasuk Depo Mini Sehati 02. Pembersihan dilakukan pada Kamis (21/7) hingga Jumat (22/7) dini hari.
Salah satu petugas kebersihan di Depo Mini Sehati 02 Jalan Sampurna Uda mengatakan, pada hari Kamis lalu ada lima depo yang dibersihkan, antara lain Depo Sampah Jalan Kopi Selatan (TPS 3R), Depo Sehati 01 Jalan Pelita, Depo Mini Sehati 03 Jalan Antang, Depo Sehati 04 Jalan Cristopel Mihing (belakang SMP 3), dan Depo Mini Sehati 02.
“Hari Kamis itu kami lembur sampai malam, depo yang di Antang Barat, Sampurna, dengan belakang SMP 3 itu sampai jam 2 malam baru selesai,” kata Uda.
Pekerjaan pengangkutan dan pembersihan sampah dilanjutkan pada keesokan harinya. Meskipun lelah, petugas kebersihan tetap bekerja untuk mengembalikan kondisi depo seperti semula, agar tak ada lagi sampah yang meluber hingga ke jalan.
“Berhentinya jam 2 malam, karena petugas sudah sangat kelelahan, yang di sini (Depo Mini Sehati 02) saja tersisa tiga orang, yang lain tumbang,” ucapannya.
Bukan hal yang mudah untuk mengembalikan kondisi depo seperti semula, tanpa ada sampah yang meluber di jalan. Tak hanya tenaga, petugas juga terkendala armada yang terbatas sehingga harus bergantian, belum lagi loader yang diharapkan dapat membuat pekerjaan lebih cepat selesai juga sempat mengalami bocor ban.
Kini tak ada lagi sampah yang meluber di jalan. Semua sudah selesai dibersihkan berkat kerja keras seluruh petugas.
“Sekarang sudah bersih, tinggal masyarakatnya saja yang menjaga, sampah jangan di lempar, belum lagi tossa, mereka buang langsung di situ (tidak masuk ke depo), makanya sampah semakin ke jalan,” ungkapnya.
Menurutnya, warga sering kali membuang sampah di depo dengan melempar dari kendaraan sambil berlalu. Hal itu sering kali menyebabkan sampah meluber ke jalan.
“Saya juga heran, dalam bulan ini sampahnya memang banyak terus. Padahal, sampah di depo diangkut setiap hari, hanya saja karena keterbatasan armada sehingga pengangkutan sampah yang biasa dilakukan pada pukul 05.00 bergeser ke siang, antara jam 12 atau jam 2 siang,” ujar Uda.
“Baru juga di antar ke TPA, pas kembali kesini sampah sudah banyak lagi, kalau kami selama ada armadanya angkut terus,” ucapnya.
Depo Mini Sehati 02 memiliki kapasitas tampung 270 meter kubik atau setara 45 ritase, Dalam kondisi normal terangkut dua rit per hari.
Di masing-masing depo ada petugas yang berjaga, namun tidak setiap saat petugas itu di lokasi. Sering kali ketiadaan petugas jaga membuat masyarakat membuang sampah dengan dilempar dari jalan.
“Kalau ada petugasnya diarahkan, masyarakat mau saja membuang sampahnya ke dalam, tapi kami kan tidak setiap saat ada, bisa saja pas lagi keluar, kalau melihat tidak ada petugas sampahnya dilempar,” ujar Uda.
Oleh karena itu dirinya berharap masyarakat mau sedikit masuk kedalam depo untuk membuang sampah. Karena kapasitas di depo tersebut masih cukup untuk menampung sampah masyarakat sekitar.
Berapa pekan belakangan ini sampah di sejumlah depo meluber hingga ke jalan. Akibatnya, merusak pemandangan. Selain itu, warga juga terganggu dengan bau busuk dari sampah yang berasal dari limbah rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Kotim Halikinnor. Kamis (21/7) lalu, bupati meninjau Depo Sampah Sehati 02 Jalan Tatar Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Bupati menginstruksikan dinas terkait untuk penanganan sampah dan pengelolaan sampah atau pengangkutan dilaksanakan secara maksimal tidak boleh terhenti, harus dalam kondisi bersih, sesuai dengan visi misi Kotim yang salah satunya Sampit bersih.







