Listrik PLN di Balik Suksesnya Budidaya Udang Vaname di Sukamara

Panen Siklus Pertama 5,6 Ton, Sumbang PAD Rp 303 Juta

udang vaname sukamara
PANEN UDANG: Warga Desa Sungai Damar saat panen total udang vaname siklus pertama. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

Pendapatan Asli Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah naik drastis pada tahun 2022. Pendapatan itu dari hasil budidaya udang vaname (Litopenaeus Vannamei) yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Damai Jaya. Jika terkelola dengan baik, potensi pendapatan desa bisa mencapai Rp 1 miliar lebih per tahun.

FAUZIANNUR-radarsampit.com, Sukamara

Bacaan Lainnya

Pilot project nasional budidaya udang vaname dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci, sukses panen perdana sebanyak 30,5 ton, Mei 2021 lalu.

Dari kesuksesan itulah muncul ide dari Pemerintahan Desa Sungai Damar untuk turut membudidayakan udang yang berasal dari daerah subtropis pantai barat Amerika ini.

Kondisi geografis Desa Sungai Damar yang berada di pesisir pantai, ditambah tersedianya listrik PLN sebagai jantung proses pembudidayaan, menjadi modal positif pengelolaan udang melalui BUMDes.

Baca Juga :  Petani Buah Naga Sisihkan Separuh Penghasilan untuk Korban Banjir

Pihak desa mulai mengalokasikan anggaran Rp 981 juta dari dana desa (DD) tahun anggaran 2021 untuk memulai pembangunannya. Tahap awal dibangun empat buah kolam pemeliharaan.

Bulan Juni 2021, mulai dilakukan penggarapan dan pembukaan lahan tambak. Selesai bulan Desember dan dilakukan penebaran benih udang di tiga kolam yang efektif sebanyak 300 ribu benih.

Beberapa bulan setelah penebaran benih, dilakukan panen parsial untuk mengurangi kepadatan populasi di dalam kolam. Kemudian, April 2022, seluruh kolam dilakukan panen total perdana.

”Panen total perdana atau siklus pertama sebanyak 5,6 ton dan berhasil menyumbang pendapatan asli desa sebesar Rp 303 juta. Dalam satu tahun diproyeksikan tiga kali siklus panen dan potensi pendapatan bisa mencapai Rp 1 miliar lebih,” kata Kepala Desa Sungai Damar Abdul Sanapsud.

Pos terkait