Listrik PLN di Balik Suksesnya Budidaya Udang Vaname di Sukamara

Panen Siklus Pertama 5,6 Ton, Sumbang PAD Rp 303 Juta

udang vaname sukamara
PANEN UDANG: Warga Desa Sungai Damar saat panen total udang vaname siklus pertama. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

”Hasil penjualan kotor dari panen parsial dan panen total dua kolam itu sudah terkumpul sekitar Rp Rp 402 juta. Masih ada sisa satu kolam yang belum panen, sehingga hasil bersih dan perhitungan pembagian untuk pendapatan desa masih menunggu semua kolam dipanen,” kata Ketua BUMDes Damai Jaya Desa Sungai Damar Irwanudin.

Bagusnya hasil panen udang vaname itu tak lepas dari kontribusi aliran listrik PLN yang telah masuk ke desa sejak akhir 2019 lalu. Kunci berhasilnya proses budidaya udang vaname sangat bergantung dari aliran listrik untuk menggerakkan pompa dan kincir air kolam. Kincir air wajib bergerak selama 24 jam tanpa berhenti.

Bacaan Lainnya

”Listrik seperti jantungnya proses budidaya udang vaname, sehingga tidak boleh padam. Toleransi kincir air tidak menyala hanya setengah jam. Lebih dari itu berisiko kematian udang dan harus sedia batu es,” ujar teknisi tambak Andi Bayu Saputra.

Untuk kebutuhan daya listrik di lokasi tambak, pihak BUMDes menggunakan daya 23.000 VA dan digunakan untuk menghidupkan kincir angin di tiga kolam produksi. Setiap kolam ada enam kincir air. Biaya operasional untuk listrik dalam satu siklus panen lebih kurang Rp 40 juta.

Baca Juga :  Konflik Internal DPRD Kotim Harus Dihentikan, Begini Alternatif Solusinya

Pentingnya kelistrikan bagi proses budidaya udang vaname juga didukung Pemkab Sukamara dengan masuknya Saluran Utama Tegangan Tinggi (SUTT) 150 Kv Pangkalan Bun-Sukamara.

Harapannya, pasokan listrik ke desa-desa di wilayah pesisir Sukamara dapat terpenuhi secara optimal, sehingga dapat mendorong munculnya pembudidaya udang vaname sebagai sentra ekonomi baru masyarakat.

”Pemerintah daerah sangat mendukung program SUTT 150 kV Pangkalan Bun – Sukamara. Saya sudah instruksikan instansi terkait agar membantu proses dan kelancaran kegiatan di lapangan, misalnya berkoordinasi terkait pembebasan lahan tapak tower yang akan dibangun, maupun kepentingan PLN lainnya. Dengan masuknya SUTT, maka surplus daya listrik lebih besar, sehingga diharapkan aliran listrik PLN bisa masuk ke beberapa desa yang belum teraliri listrik PLN. Daya listrik ke pesisir Sukamara pun bisa lebih optimal dalam mendukung budidaya udang vaname,” kata Bupati Sukamara Windu Subagio.

Pos terkait