SAMPIT, radarsampit.com – Tingginya curah hujan belakangan ini membuat debit air sejumlah sungai di Kabupaten Kotawaringin Timur meluap. Akibatnya, banjir melanda permukiman dan akses jalan di sejumlah lokasi.
Di Kecamatan Parenggean, tepatnya di jalan poros Parenggean – Tumbang Sangai Km 12 dan Km 17, Minggu (4/9), banjir akibat luapan sungai menutupi permukaan aspal. Akibatnya, ada jalan yang ambles menyebabkan antrean panjang puluhan kendaraan berat yang terjebak.
Camat Parenggean Siyono mengatakan, banjir sudah terjadi sejak pagi hingga pukul 14.00 WIB. Air meninggi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Parenggean dan sekitarnya pada pukul 03.00 WIB – 12.00 WIB.
”Dari subuh sampai siang hujan. Jalan poros Parenggean – Tumbang Sangai Km 12 dan Km 17 tergenang banjir setinggi 50 cm – 1 meter. Siang tadi air sudah surut, malam ini hujan lagi, puluhan truk masih mengantre karena ada jalan dekat jembatan ambles,” kata Siyono saat dikonfirmasi Radar Sampit.
Dia menuturkan, jalan provinsi di ruas Parenggean – Tumbang Sangai Km 12 termasuk wilayah Desa Bukit Harapan dan Barunang Miri, dan Km 17 termasuk Desa Karya Bersama. Setiap hujan deras dengan durasi lama, dua titik tersebut kerap tergenang. Namun, banjir cepat surut apabila hujan mereda.
”Setiap hujan lebat, Sungai Pudu di Km 12 dan Sungai Kaliman Bawah di Km 17 meluap sampai menutupi permukaan jalan aspal. Di Km 12 genangan banjir terjadi di sepanjang 75 meter dan Km 17 saya perkirakan lebih dari seratus meter. Saya menerima laporan dari kades setempat, ada tiga rumah yang terendam banjir dekat jembatan,” ujarnya.
”Itu rumah (terendam banjir) kebanyakan untuk tempat usaha, bukan area perkampungan,” tambahnya.
Dia juga menerima laporan adanya truk angkutan crude palm oil (CPO) terbalik. ”Lokasi banjir dekat dengan perusahaan perkebunan. Saya menerima laporan ada truk CPO yang terbalik karena terpeleset dan ada juga yang terjebak, karena jalan ambles dan permukaan jalan aspal tertutup genangan banjir,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Rihel mengatakan, saat ini pihaknya masih berada di lokasi untuk memantau situasi banjir. Pada malam hari, genangan banjir sudah surut. Namun, puluhan kendaraan angkutan berat masih mengantre.
”Genangan banjir sudah surut, ada bekas ambles di dekat Jembatan Kaliman. Banyak truk yang terjebak. Ada sekitar 25 unit,” ujar Rihel.
Sementara itu, BPBD Kotim melaporkan ada tiga rumah yang terendam banjir ketinggian 50 cm – 1 meter. ”Ada dua rumah gandeng dan satu rumah yang terendam,” ujarnya.
Pantauan Radar Sampit, hujan juga terjadi sejak siang hingga malam. Akibatnya, sejumlah titik perkotaan Kota Sampit seperti di Jalan Bumi Raya II, Jalan Suprapto, Jalan Anggur, dan Jalan Pelita, dan jalan di dataran rendah lainnya tergenang banjir.
Di kompleks perumahan Jalan Anggur 2, 3, dan 4, Kelurahan Mentawa Baru Hilir menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Kawasan yang bertahun-tahun belum bebas dari genangan air ini hampir rata terendam air.
Tidak hanya menenggelamkan jalan, beberapa rumah yang posisinya rendah ikut terendam. Warga dengan berbagai cara mengurangi debit air agar tidak terlalu parah masauk ke dalam rumah. Sebagian kawasan yang tergenang cukup dalam di wilayah itu dimanfaatkan anak- anak untuk bermain air.
Ketua RT 38 Kelurahan MB. Hilir (Jalan Anggur 2) Nanang Suriansyah mengatakan, genangan air yang kerap melanda wilayahnya disebabkan drainase di Jalan HM Arsyad terjadi pendangkalan. Sedimen tanah memenuhi drainase sehingga membuat drainase dangkal dan tidak mampu mengalirkan air dengan normal.







