SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berupaya keras agar jalan lingkar selatan Kota Sampit tak mudah rusak setelah diperbaiki. Penimbunan terhadap lubang besar di sejumlah titik dilakukan secara berlapis. Hal itu agar ruas tersebut tak cepat rusak.
Pengawas Teknis Pemeliharaan Jalan Dinas PUPRKP Kotim Suhardiyono mengatakan, selama dua hari terakhir sudah ada lebih dari 100 rit material agregat kelas B diturunkan ke lokasi untuk menimbun kubangan besar. Sabtu (17/9) lalu, pihaknya menimbun kubangan dengan kedalamanan hingga 70 cm. Pihaknya mengestimasikan penimbunan dikerjakan 80 cm – 1 meter, tergantung kedalaman lubang.
”Sabtu lalu sudah ada 58 rit agregat dan 5 rit batu 35 yang diampar di kubangan-kubangan besar. Minggunya, ada 51 rit agregat dan 15 rit batu 35 yang diturunkan. Karena kubangan cukup dalam, perlu ditimbun batu sebanyak 15 rit, kemudian dilapisi agregat kelas b setinggi 60 cm pada lapisan pertama,” kata Suhardiyono, Minggu (18/9).
Rencananya, proses penimbunan akan dilakukan sebanyak 2-3 kali lapis secara bertahap. ”Penimbunan agregat dilapisi bertahap. Belum berani langsung timbun semua. Khawatir kepadatannya tidak maksimal. Jadi, perlu dua sampai tiga kali lapis. Menunggu sampai agregat padat, baru dilanjutkan dilapis pada hari berikutnya,” ujarnya.
Selama dua hari terakhir, lanjutnya, ada dua kubangan yang cukup besar dan dalam yang ditimbun. Pada kubangan kedua sedalam 60 cm, sehingga diperlukan timbunan batu sebanyak 5 rit, kemudian dilapisi agregat kelas B sebanyak 15 rit. Ada pula kubangan kecil sedalam 30-40 cm yang ditangani pada titik tertentu.
”Perbaikan jalan dengan proses penimbunan agregat dan perataan jalan di hari pertama sudah dikerjakan 400 meter. Dilanjutkan hari kedua 300 meter dan hari ketiga 70 meter saja, karena cuaca kurang mendukung. Dari pagi hujan deras, pekerjaan tidak dapat dilanjutkan, material agregat jadi bubur, sehingga pekerjaan perataan jalan kurang maksimal,” ujar Suhardiyono saat ditemui di lingkar selatan, Senin (19/9).
Rencananya, apabila cuaca mendukung, pihaknya akan menangani perbaikan jalan di dekat Bundaran KB yang diperkirakan memerlukan 5 rit batu dan 10 rit agregat kelas B.
”Kalau cuaca mendukung akan lanjut memperbaiki jalan di Bundaran KB dan dilanjutkan menangani jalan rusak di dekat Bundaran Balanga. Jadi, jalan dapat segera dilewati dengan aman dari dua arah yang berbeda,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPRKP Kotim Kaspulzen Heriyanto mengatakan, puluhan material agregat kelas B diturunkan secara bertahap. ”Perbaikan jalan sudah dimulai dari dan terus dikerjakan sampai selesai,” kata Kaspulzen.
Kaspulzen menuturkan, perbaikan dikerjakan dengan melibatkan tujuh pegawai teknis termasuk operator alat berat. Selama dua hari terakhir, pengerjaan berjalan lancar.
”Cuaca cerah dan mendukung, sehingga perbaikan cepat ditangani. Hari ini (kemarin, Red) cuaca kurang mendukung. Dari pagi hujan, sehingga pekerjaan tidak maksimal,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor meminta seluruh perusahaan besar swasta (PBS) yang belum menyetorkan dana konsorsium perbaikan jalan lingkar selatan agar segera setor. Dia mengancam akan memberikan sanksi bagi PBS yang mangkir dengan kesepakatan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, masih ada 10 PBS yang belum menyetorkan dana perbaikan. Selain memberikan sanksi, dirinya juga melakukan evaluasi, termasuk terhadap izin perusahaan tersebut. (hgn/yn/ign)







