Masjid Shirotol Mustaqim, Jalankan Program Berantas Buta Aksara Quran dan Bahasa Arab Gratis

Jelajah Masjid di Kota Sampit selama Ramadan (15)

Masjid Shirotol Mustaqim
Masjid Shirotol Mustaqim, Jalan Raden Ajeng Kartini, Kota Sampit, Kamis (28/3/2024). (HENY/RADARSAMPIT)

Tak ada ilmu yang gratis di zaman sekarang. Ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Namun, tidak yang dilakukan imam sekaligus guru di Masjid Shirotol Mustaqim, yang ikhlas mengajarkan belajar baca Alquran dan bahasa Arab secara gratis.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Enam tahun sudah Aris Sambo (33) merantau membawa istri ke Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dia diutus Wahdah Islamiyah, suatu organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam yang mendasarkan pemahaman dan amaliyah pada Alquran dan pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Jalan takdir hidupnya mengantarkannnya ke Masjid Shirotol Mustaqim yang berlokasi di Jalan RA Kartini, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim.

Pengurus Masjid Shirotol Mustaqim menyambut baik kedatangannya untuk mengajarkan program pemberantasan buta huruf aksara Alquran atau pendidikan Alquran orang dewasa yang disingkat ‘Dirosa’.

Masjid Shirotol Mustaqim
TARAWIH: Jemaah melaksanakan salat tarawih di Masjid Shirotol Mustaqim, Jalan Raden Ajeng Kartini, Kota Sampit, Kamis (28/3/2024). (HENY/RADARSAMPIT)

Sejak tahun 2018 hingga sekarang, Aris bersama istrinya, Aisyah (29) mulai mengajarkan program Dirosa kepada orang yang berminat dan punya kemauan ingin belajar Alquran dan bahasa Arab.

”Murid atau santri yang saya ajarkan itu orang Islam yang mualaf belum pernah belajar, pernah belajar Alquran tapi tidak lancar dan ada juga orang yang belum pernah belajar Alquran sama sekali. Belajar Alquran ini dari usia muda, dewasa hingga lanjut usia,” kata Aris, perantau asal Sulawesi Selatan saat diwawancarai Radar Sampit, Senin (1/4/2024).

Tidak hanya di Masjid Shirotol Mustaqim, Aris juga pernah mengajarkan program Dirosa dan Bahasa Arab di Masjid Al Muhajirin, Musala Al Amin Jalan Gunung Kelud, Musala Arr Rayan Jalan Minun Dehen dan Masjid Al Imron Jalan Haji Imron.

masjid 1
Pembelajaran pendidikan Al Quran orang dewasa dan bahasa Arab gratis yang diajarkan Guru Aris Sambo

”Mulai tahun 2018 hingga sekarang sudah ada 300-an murid saya yang pernah belajar Alquran program Dirosa. Saya memberikan buku khusus dengan metode pembelajaran cepat sehingga bisa lekas membaca Alquran. Saya datang menawarkan diri mengajari dan ada pula yang datang secara langsung ke saya untuk belajar dan itu gratis. Saya tidak meminta biaya dari ilmu yang saya ajarkan,” kata lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar Jurusan Perbandingan Mazhab 2012-2018 ini.

Untuk menghidupi kebutuhan keluarganya, Aris menjalankan usaha jual beli barang elektronik dan skin care secara online. Selain itu, Aris juga aktif menjadi imam di Masjid Shirotol Mustaqim sejak tahun 2019 hingga sekarang.

”Pembelajaran program Dirosa dan bahasa Arab dijadwalkan setiap Rabu dan Minggu. Namun, selama Ramadan ini libur dan akan dilanjutkan lagi setelah Lebaran,” katanya.

Selain Aris Sambo, adapula Ushuluddi Nur (Ketua Takmir Masjid Shirotol Mustaqim), Poniman, Hasan Al Hanbali, Hani Hasbullah, Muhammad Soleh yang juga menjadi imam tetap di Masjid Shirotol Mustaqim.

masjid 4
Salat sunnah tarawih berjamaah yang dilaksanakan di Masjid Shirotol Mustaqim, Kamis (28/3/2024).

Selama Ramadan 1445 Hijriah, Masjid Shirotol Mustaqim menerapkan salat sunnah tarawih delapan rakaat dan salat witir tiga rakaat. Kemudian, dilanjutkan Tadarus Quran.

”Setiap menjelang magrib, kami juga menyediakan 50-70 porsi takjil untuk jemaah berbuka puasa,” kata Margo Santoso, Marbot Masjid Shirotol Mustaqim usai salat tarawih, Kamis (28/3/2024).

Pos terkait