MIRIS!!! PPM Sampit Semakin Sepi karena Kumuh

ppm sampit
SAMPAH: Kondisi tumpukan sampah di kawasan Pasar PPM Sampit, Selasa (10/1). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Para pedagang dan pengunjung Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit mengeluhkan keberadaan sampah yang berada di dekat blok pasar ikan. Hingga kemarin (10/1), sampah masih menumpuk di area tersebut.

Yani, salah satu pedagang yang berjualan di blok pasar ikan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim segera menangani permasalahan tumpukan sampah.  Apalagi, sampah di lokasi itu terdapat limbah pedagang ikan, ayam, dan daging yang lebih cepat membusuk.

Bacaan Lainnya

“Mohon segera ditangani. Karena berdampak pada usaha kami di sini. Jumlah pembeli kami sudah banyak berkurang dengan bermunculannya pasar tradisional lain. Ditambah kondisi ini malah bikin semakin sepi,” ujarnya.

Sebelumnya, tumpukan sampah di kawasan tersebut sempat berhari-hari tak diangkut oleh petugas kebersihan. Meskipun akhirnya diangkut oleh petugas, namun hari berikutnya sampah kembali menumpuk.

“Sampahnya ada terus, hari ini diangkut besok ada lagi. Kalau tidak segera ditangani akan terus menumpuk seperti ini,” ucapnya.

Pedagang lainnya, Aini, juga  mengeluhkan hal yang sama. Adanya tumpukan sampah tersebut berpengaruh pada kelancaran usaha pedagang. Banyak calon pembeli yang mengeluh, hingga enggan berbelanja di tempat itu.

“Kami pedagang di sini tidak nyaman dan pembeli juga banyak yang mengeluh. Katanya, pasar ikan jorok karena sampahnya nggak diangkut-angkut,” imbuhnya.

Para pedagang telah mengetahui terkait kerusakan kontainer sampah yang ada di kawasan tersebut. Namun, pihaknya berharap kondisi sampah yang menumpuk ini tidak dibiarkan berlarut-larut atas alasan tersebut.

Apalagi, para pedagang di kawasan itu juga sudah rutin membayar  iuran kepada petugas kebersihan secara sukarela. Dengan harapan petugas lebih semangat mengangkut sampah dan kebersihan di kawasan itu pun terjaga.

“Kami sebenarnya kecewa. Kami kan sudah iuran, walaupun tak seberapa tapi harapan kami petugas bisa lebih termotivasi dalam bekerja,” tandasnya.

Selain tak sedap dipandang, tumpukan sampah kurang lebih sepanjang lima meter itu juga mengeluarkan bau menyengat yang cukup mengganggu warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Menurut Shodiq, petugas loket yang berada tak jauh dari lokasi tumpukan sampah, menyebut bahwa biasanya di tempat tersebut disediakan kontainer atau tempat sampah dari DLH. Namun, karena rusak, sudah sepekan terakhir kontainer sampah tidak ditempatkan di lokasi itu.

“Sebelumnya petugas masih mengangkut sampah di sini menggunakan tosa. Tapi informasinya kontainernya rusak, jadi sampah menumpuk setiap hari,” terangnya.

Akibat tumpukan sampah itu, Shodiq sering mendengar keluhan dari warga yang melintas, lantaran bau tak sedap dari tumpukan sampah itu.

Sementara itu Kepala DLH Kotim Machmoer, Sabtu (7/1) lalu, menyatakan bahwa kerusakan kontainer  di blok pasar ikan menyebabkan sampah menumpuk.  Sementara kontainer diganti dengan bak sampah. Namun bak sampah masih belum tersedia karena masih dipesan.

“Pertama, kontainer akan diganti yang baru, yang kedua untuk sementara kita ganti dengan bak sampah, biasanya malam kita angkut, karena pagi aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Sebagai pengganti kontainer, pihaknya akan menempatkan bak sampah agar sampah tak lagi menumpuk dan berserakan. Jika sudah ada bak sampah, petugas cukup mengangkutnya menggunakan kendaraan tossa.  (yn/yit)

Pos terkait