Mitsubishi L300 Sang Legenda yang Makin Laris

Nama Mitsubishi L300 pick up sangat kental dikalangan para pengusaha. Meskipun masih memakai desain “abadi” sejak generasi kedua, mobil ini diklaim memiliki kapabilitas dan kemampuan andal.

Mitsubishi L300 bisa dibilang sudah melegenda di pasar Indonesia. Lebih empat puluh tahun mobil yang mempunyai tampilan eksterior sederhana ini dikenal sangat tangguh, baik mesin maupun sistem suspensinya.

Berbekal hal tersebut penjualan L300 tak pernah surut meskipun desainnya begitu-gitu saja. Bahkan sebagai penyumbang penjualan terbanyak ketiga dari line-up Mitsubishi Motors yang dipasarkan di Indonesia pada Agustus 2021, setelah Mitsubishi Xpander dan Mitsubishi Pajero Sport.

Harus diakui kalau desain memang bukan pertimbangan utama untuk mobil niaga (angkutan barang). Sangat percuma bila desain bagus namun tapi tak kuat mengangkut barang.

Mitsubishi Colt L300 pertama kali diperkenalkan di Jepang pada 1979. Dua tahun kemudian baru Colt L300 resmi hadir di Indonesia hanya ada satu varian L300, yaitu varian bensin 1,4 liter. Mitsubishi mempertahankan varian ini selama 3 tahun lamanya.

Pada 1984 Mitsubishi mengeluarkan varian L300 dengan mesin dieseldengan tenaga yang lebih kecil daripada mesin bensin. Mobil legendaris ini hanya mampu menyemburkan tenaga 65 ps di putaran 4.200 rpm.

Tetapi L300 diesel memiliki torsi yang lebih besar dengan 137 Nm pada 2.000 rpm. Kubikasi versi diesel ini pun cukup besar, yakni 2,3 liter. Ia socok untuk mobil angkut barang.

Selama empat tahun mesin diesel ini bertahan, namun mengalami peningkatan kubikasi menjadi lebh besar 2,5 liter menggunakan mesin berkode 4D56 Astron yang menghasilkan tenaga lebih besar lagi.

Tak tanggung-tanggung spesifikasi bore-nya 91,1 mm dan stroke 95 mm. L300 varian diesel mampu menyemburkan daya puncak 74 PS di putaran 4.200 rpm dan torsi maksimal 142 Nm pada 2.500 rpm.

Akhirnya pada tahun 2000 Mitsubishi memutuskan untuk tidak lagi menjual varian bensin. Ini karena varian bensin yang tak lagi popular. Untuk varian mesin diesel dengan kode 4D56 justru bertahan hingga saat ini dan menjadi primadona kendaraan niaga ringan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *