Motif Penembakan Brigadir Yosua Multitafsir

brigadir joshua irjen pol ferdy sambo dan istrinya
Brigadir Yosua (kiri), Irjen Pol Ferdy Sambo (tengah) dan istrinya Putri Candrawathi (kanan). (Istimewa)

JAKARTA, RadarSampit.com – Teka-teki motif penembakan terhadap Brigadir Yosua masihlah ambigu. Menkopolhukam Mahfud MD, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo setali tiga uang, bahwa motif penembakan terhadap Brigadir Yosua begitu sensitif. Bisa menyinggung kedua belah pihak yang saat ini sedang berperkara, keluarga Brigadir Yosua pun keluarga Irjen Ferdy Sambo.

Namun, di tengah potensi kedua pihak yang tersinggung juga kedudukan motif penembakan ini bisa untuk menggambarkan penembakan tersebut dilakukan secara sengaja dan direncanakan. Atau, justru hanya sebuah kelalaian dan malah aksi spontan.

Bacaan Lainnya

Sumber Jawa Pos menyebutkan, berdasarkan pengakuan salah satu saksi diketahui bahwa saat berada di Magelang, Putri Candrawathi dan Brigadir Yosua terlihat masuk ke kamar. Kuat Ma’ruf, salah seorang asisten dan sopir Sambo lantas melaporkan kondisi itu pada Sambo

Baca Juga :  DPR Harap Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Bersubsidi

Selanjutnya, setelah Putri berada di Jakarta, Sambo mendapat pengakuan dari istrinya bahwa Brigadir Yosua melakukan pelecehan tersebut. Petugas yang mengetahui kasus itu menyebutkan kejadian itu masih multitafsir. Karena tentu masih ada dugaan lain, mengapa bisa keduanya bisa berduaan dalam satu kamar.  “Itulah yang membuat Sambo bersikeras terjadi pelecehan seksual,” ungkapnya.

Kejadian tersebut tentunya sangat ironis. Pasalnya, sesuai keterangan dari Komnas HAM, Irjen Sambo dan istrinya pergi ke Magelang tidak hanya untuk mengantar anaknya yang masuk ke SMA Taruna Nusantara. Tapi, juga sehabis merayakan ulang tahun pernikahannya.

Pos terkait