Motif Tidak Jelas, Tiba-Tiba Membuat Onar

Pelaku penganiayaan
Muhammad Ramly, warga Jalan Hapakat, Kelurahan Goha, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau ketika diamankan petugas kepolisian, setelah melakukan penganiayaan.(istimewa)

PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Perbuatan anarkis dilakukan Muhammad Ramly warga asal Jalan Hapakat Kelurahan Goha, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang pisau. Entah apa motifnya, pria bertato ini tiba-tiba menyerang dan memukul beberapa warga yang sedang bekerja mencari nafkah, Sabtu (28/5) di Palangka Raya. Aksi itu pun terekam CCTV di SPBU, dan tersebar ke beberapa media sosial.

Untungnya, pelaku yang diduga stress ini berhasil ditangkap petugas kepolisian dengan dibantu sejumlah warga di sekitar Jalan A Yani, tak jauh dari Markas Polsek Pahandut. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan satu unit sepeda motor, senjata tajam berupa Mandau, dokumen, ponsel dan uang tunai serta beberapa aksesoris adat.

Kapolsek Pahandut Kompol Susilowati menyatakan, hingga kemarin belum diketahui kenapa aksi pemukulan itu dilakukan. Aksi kejahatan Ramly dilakukannya di dua lokasi,  yakni di SPBU G Obos ia  memukul seorang pegawai SPBU berinisial S (46) sekitar pukul 09.15 WIB hingga terjungkal. Kemudian korban lainnya yakni RR (32) penjaga Toko Pakaian di Komplek Pasar Payang Sari, Jalan Halmahera sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga :  Bermodal Penjepit untuk Bobol ATM

Saat dilakukan penangkapan oleh anggota Polisi dan tim gabungan, mereka sempat mengeluarkan senjata api, baik laras pendek maupun laras panjang. Sampai akhirnya Ramly menyerah dan berhasil ditangkap serta digiring ke Sel Tahanan mapolsek, dan menjalani pemeriksaan medis. Kasus ini pun masih dalam penyidikan pihaknya.

Susilowati melanjutkan, saat beraksi di Jalan G Obos, pelaku tiba-tiba datang menggunakan sepeda motor dan langsung memukul dengan tangan kosong serta menginjak-injak korbannya. Beberapa rekan korban di lokasi sempat mencoba untuk melerai, namun pelaku membawa senjata tajam jenis Mandau sempat mengancam, sehingga tidak ada yang berani mendekat, sampai pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

Pos terkait