NAH LHO!!! Pedagang Kue Ipau Penyebab Keracunan Massal Curiga Ada Sabotase

Datangi Korban di Rumah Sakit, Sampaikan Permintaan Maaf

pedagang kue ipau
PENYELIDIKAN: Anggota Satreskrim Polres Kotim datang ke tempat penjual kue ipau di Jalan Usman Harun, Sampit.

SAMPIT, radarsampit.com – Pedagang kue ipau yang menyebabkan puluhan orang keracunan mencurigai ada orang yang berusaha menyabotase usahanya. Pasalnya, bisnisnya ramai didatangi pembeli. Selain itu, kue ipau yang dijualnya jadi satu dengan dagangan warga lain yang menitipkan di tempat usahanya tersebut.

”Saya yakin makanan yang saya buat ini (kue ipau, Red) tidak ada masalah. Saya khawatirnya ada orang lain melakukan sabotase,” kata Ipul, pedagang kue ipau kepada Radar Sampit, Selasa (4/4).

Bacaan Lainnya

Menurut Ipul, kue ipau tersebut dijual bersama dagangan lainnya. Selama beberapa hari sejak Ramadan, tak ada masalah dengan kue tersebut. Persoalan baru muncul pada kue yang dijual pada 28 dan 29 Maret. Kue yang dijual pada hari itu, telah diambil sampelnya untuk diuji di Labkesda.

Meski masih ragu kuenya jadi sumber petaka, Ipul tak membantah puluhan korban keracunan membeli penganan khas Ramadan itu dari tempat usahanya. Dia juga mengaku telah memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa. Penyidik menanyakan caranya membuat kue itu.

”Saya ada diperiksa kemarin (Senin, 3/4). Sebatas menanyakan bagaimana cara membuat kue tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Ipul melanjutkan, dirinya telah mendatangi sejumlah korban keracunan yang masih terbaring di RSUD dr Murjani Sampit pada Senin dan Selasa (4/4). Selain meminta maaf pada korban, dia juga ingin melihat langsung kondisi pasien keracunan massal tersebut.

”Totalnya ada lima orang yang saya temui,” kata Ipul, seraya menyatakan permohonan maafnya juga pada semua korban keracunan massal.

Di akhir perbincangan, Ipul mengungkapkan, dia masih ada niat membuat lagi kue ipau tersebut. Sebab, banyak orang yang suka dengan kue buatannya. Namun, karena masalah tersebut, serta ada permintaan dari instansi terkait untuk menghentikan penjualan, dia mematuhi hal tersebut.

”Sebenarnya saya ingin buat lagi kue ipau itu. Sebab, banyak orang yang suka dengan kue buatan saya. Tapi, jangan dululah,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, korban keracunan kue ipau mencapai 84 orang dengan satu orang meninggal dunia. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, Dinkes Kotim memastikan penyebab keracunan makanan setelah mengonsumsi kue ipau.

”Dari 84 orang yang kami konfirmasi, semua mengaku mengonsumsi kue ipau yang dibeli di warung makan yang sama. Ada yang dibeli secara online, ada yang beli langsung, dan ada yang menitip dengan keluarganya,” kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi.

Mengenai hasil pemeriksaan Labkesda, menyatakan sampel kue ipau yang dikonsumsi korban positif mengandung bakteri E coli dan Salmonella. Escherichia coli (E coli) merupakan bakteri yang hidup dalam usus manusia untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Bakteri ini pada umumnya tidak menimbulkan bahaya, tetapi ada jenis E coli yang dapat menghasilkan racun dan menyebabkan diare parah, mual, dan muntah apabila mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi. Sedangkan Salmonella, bakteri yang dapat menyerang manusia melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi tinja atau feses yang mengandung bakteri Salmonella.

Beberapa jenis makanan yang paling umum mengandung bakteri Salmonella dapat ditemukan pada daging sapi, ayam potong, dan makanan laut yang dikonsumsi masih mentah atau setengah matang.

”Bakteri E coli ini ada dalam usus manusia dalam kadar batas tertentu dan dapat berbahaya apabila makanan yang dikonsumsi tercemar atau terkontaminasi,” ujar Umar.

Bahan baku pangan yang tidak higienis dan proses pengolahan yang kurang steril, lanjutnya, dapat menyebabkan bakteri Salmonella dan E coli berkembang biak pada makanan tersebut.

Pos terkait