Nyaris Diperas setelah Pesan Pijat Lewat Aplikasi

Korban Diancam akan Diviralkan di Grup LGBT

ilustrasi pemerasan
Ilustrasi (net)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Berawal dari ingin melepas lelah melalui metode pijat refleksi, petaka malah nyaris diterima seorang pria yang berprofesi sebagai guru honorer, sebut saja Kumbang (25).

Ia hampir jadi korban pemerasan dan diviralkan di grup LGBT (penyuka sesama jenis), setelah memesan jasa pijat melalui aplikasi dewasa.

Bacaan Lainnya

Dalam aplikasi tersebut, dirinya memesan jasa pijat dengan menghubungi akun seorang pria berbadan atletis. Namun Kumbang membatalkan pemesanan, lantaran dirinya harus membayar uang terlebih dahulu melalui transfer.

Selanjutnya, pria dalam aplikasi itu pun merasa kecewa dan mengancam Kumbang akan memviralkan ke media sosial, bahwa Kumbang adalah kaum LGBT atau suka sesama jenis.

Ancamannya, kalau tidak mau diviralkan, Kumbang harus mengirimkan uang Rp 500 ribu.

Kemudian, karena tidak mau dipermalukan di media sosial, Kumbang lalu curhat ke Cak Sam selaku Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng, Selasa (18/6/2024). Kumbang akhirnya mengadu dan berkonsultasi dengan  Humas Polda Kalteng.

Baca Juga :  Polres Kotim Bentuk Timsus Pengamanan Nataru

Lalu, melalui Humas Polda Kalteng menghubungi pelaku pengancaman itu dan memberikan peringatan keras, bahwa tidak boleh menyebarkan konten yang mengandung unsur pornografi dan hoaks, serta tidak boleh melakukan pemerasan karena melanggar hukum.

Akhirnya pun aksi pemerasan tersebut urung dilakukan dan si pengancam berjanji tidak mengulangi perbuatannya tersebut.

”Benar, awalnya seperti itu, memesan pijat melalui aplikasi dewasa. Saya menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan itu,”ungkap Kumbang. (daq/gus)



Pos terkait