SAMPIT, radarsampit.com – Cuaca hujan menjadi kendala pasukan khusus tim PDKB saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik. Pekerjaan terpaksa harus dihentikan sementara sampai hujan mereda.
“Sesuai standar operasional prosedur (SOP) pekerjaan tidak boleh dilanjutkan disaat kondisi hujan seperti ini. Karena, pemeliharaan jaringan yang dikerjakan oleh tim PDKB dilakukan tanpa memadamkan aliran listrik, sehingga tanpa hujan saja pekerjaan ini sangat berisiko apalagi dalam kondisi hujan,” kata Akhmad Rijani, Tim Leader PDKB PT PLN UP3 Barabai saat berteduh bersama personel lain di Jalan DI Panjaitan, Sampit, Selasa (9/5).
Selama dua hari terakhir ini, sudah empat kali pekerjaan dihentikan sementara karena hujan. Pada Senin (6/5) lalu, tim mengerjakan delapan titik, dan Rabu kemarin juga delapan titik. Tinggal dua titik lagi yang belum dikerjakan di Jalan DI Panjaitan.
”Kemarin setop sementara dua kali dan hari ini juga dua kali setop kerja sementara karena kendala hujan,” katanya, Rabu (10/5).
Untuk pekerjaan di wilayah Sampit ditangani empat tim PDKB yang terdiri dari PT PLN UP3 Barabai, UP3 Kotabaru dan dua tim dari UP3 Banjarmasin. Sedangkan pekerjaan di wilayah Kota Pangkalanbun dikerjakan oleh tim dari UP3 Palangka Raya dan UP3 Kuala Kapuas.
“Ini sudah hari kedua tim PDKB berpencar tugas ke lapangan melakukan pemeliharaan jaringan dengan memangkas pohon yang mengenai kabel jaringan listrik, melakukan pemeliharaan peralatan jaringan tegangan menengah dan kemarin kami juga memasang alat penangkal petir di tiga titik di Jalan Kenan Sandan,” ujarnya.
Selama pekerjaan berlangsung, tim PDKB yang bertugas juga telah memasang rambu-rambu lalu lintas pekerjaan. Hal itu dinilai sangat penting, dikarenakan pekerjaan yang dilakukan sebagian besar berada di jalur padat arus lalu lintas.
“Ini juga menjadi kendala kami, karena arus lalu lintas di Kota Sampit cukup padat sehingga kami sedikit kesulitan memarkirkan armada mobil unit saat pekerjaan berlangsung,” ujarnya.
Pasukan khusus yang tergabung dalam tim pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB) yang bekerja di PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalsel-Teng) bertugas melakukan pemeliharaan jaringan listrik tanpa pemadaman listrik. Sehingga, masyarakat disekitar Kota Sampit dan Kota Pangkalan Bun tak perlu heran dengan keberadaan mobil unit sky lift dan sejumlah petugas teknis yang terlihat sibuk melakukan pemeliharaan jaringan listrik 20 KV.
Pantauan Radar Sampit, pemeliharaan jaringan listrik selama dua hari terakhir sejak Senin (8/5) sampai dengan Selasa (9/5) telah dikerjakan diberbagai titik di Jalan MT Haryono, Muchran Ali, S Parman, DI Panjaitan, Tjilik Riwut, Kotabesi, Samuda, Jalan Ir Soekarno dan masih banyak lagi titik jaringan lainnya yang perlu dilakukan pemeliharaan untuk menjaga distribusi listrik ke pelanggan berjalan lancar tanpa kendala pemadaman.
Manager PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sampit Sesen mengatakan kegiatan PDKB dilaksanakan PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalsel-Teng) dalam rangka bakti karya PDKB Series II di dua lokasi ULP Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dan ULP Pangkalanbun Kabupaten Kotawaringin Barat yang termasuk dalam wilayah Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya.
Selama lima hari mulai 8-12 Mei 2023, pasukan elite PLN yang tergabung dalam Tim PDKB yang terdiri dari UP3 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin, Kotabaru, Barabai, Kuala Kapuas, Palangka Raya dengan total 54 personel khusus melakukan pemeliharaan jaringan 193 lokasi dengan titik work order (WO) PDKB sebanyak 245 pekerjaan.








