Pemkab Kotim Bantu Korban Kebakaran Bagendang

bantuan banjir
BANTUAN: Pemkab Kotim menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Jumat (24/5/2024). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Hanya dalam waktu 30 menit, satu unit rumah warga di Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hangus dilalap api. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pemerintah Kabupaten Kotim langsung merespons dengan memberikan bantuan kepada korban.

Bantuan berupa perlengkapan dan kebutuhan rumah tangga diserahkan Asisten I Setda Kotim Rihel dan diterima langsung oleh Yulianti (37), pemilik rumah. ”Saya lihat dari video, semua gotong royong bantu memadamkan,” ucap Rihel.

Bacaan Lainnya

Rihel yang pernah menjabat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim mengingatkan warga agar sesegera mungkin menghubungi dinas terkait apabila ada musibah semacam itu. Sebab, dari pengalamannya, bangunan dengan konstruksi semi permanen umumnya akan habis terbakar hanya dalam waktu 30 menit sejak api menyala.

”Rumah biasa tidak lebih dari setengah jam habis (terbakar). Jadi, kita tidak bisa berbuat banyak. Apalagi saat peristiwa kebakaran terjadi, petugas Damkar dihubungi jam dua siang, sedangkan kejadian sekitar jam sebelas. Jadi, dicatat saja nomor petugas. Kalau ada apa-apa segera hubungi!” ujarnya.

Baca Juga :  PT Topindo Solusi Komunika Hadirkan Aplikasi PDAM Mobile untuk PERUMDAM Dharma Tirta Mentaya

Pihaknya prihatin atas musibah yang dialami Yulianti dan keluarga. Meski bantuan yang diberikan tidak seberapa, diharapkan dapat meringankan beban keluarga tersebut.

Sementara itu, Yulianti mengatakan, di rumah itu dirinya tinggal bersama lima anggota keluarga lainnya, yakni suami, tiga anak, dan satu menantu. Saat kebakaran, suaminya sedang berada di Muara Bulan, Kabupaten Katingan.

“Saat kejadian suami tidak tahu. Tidak bisa dihubungi karena tidak ada sinyal,” ujarnya.

Rumah itu, kata Yulianti, baru selesai dibangun setahun silam. Dirinya ikhlas melihat rumah hasil jerih payahnya bersama suami habis dilalap api. ”Setengah jam saja langsung habis,” ujarnya lirih.

Wanita kelahiran 1986 itu menuturkan, seluruh harta benda, termasuk dokumen berharga tak luput dari amukan si jago merah. ”Baju, lemari, TV, habis semua.



Pos terkait