Pemkab Kotim Usulkan Pembangunan Gedung Arsip, Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Transparan

peluncuran srikandi versi 2 kotim
SAMBUTAN: Bupati Kotim Halikinnor saat memberikan sambutan pada peluncuran Aplikasi Srikandi versi 2, di Rujab Bupati Kotim, Kamis (12/1). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur belum memiliki tempat khusus untuk menyimpan dokumen sebagai arsip. Karena itu, Pemkab mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan gedung arsip.

”Kami sudah mengusulkan ke pusat untuk adanya gedung arsip di Kotim, untuk memback up data-data SOPD,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis (12/1).

Bacaan Lainnya

Halikinnor menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan hal tersebut dan berharap pembangunan gedung arsip bisa terealisasi tahun depan. Apalagi pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau.

”Ada lampu hijau dari pusat, kami sedang mempersiapkan. Mudahan tahun depan dapat bantuan untuk membangun itu, karena dananya dari pusat, dari APBN,” katanya.

Halikinnor menuturkan, di Kotim perlu ada gedung khusus untuk mengelola seluruh kearsipan perangkat daerah. Hal itu penting untuk menghindari musibah tak terduga, seperti kebakaran.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Diminta Tiru Palangka Raya soal Kebijakan Ini

”Kalau terjadi gedung kantor kebakaran, habis semua arsipnya, sehingga harus di back up, Dinas Perpustakaan yang memback up itu. Apalagi jika ada masalah hukum tidak ada dokumennya, akan sangat kesulitan,” katanya.

Hal tersebut disampaikan Halikinnor saat peluncuran Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) Versi 2 yang dihadiri Direktur Kearsipan Daerah I Badan Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI) Rudi Anton. Srikandi merupakan aplikasi yang diluncurkan pada bidang kearsipan yang dapat mendukung pengelolaan arsip dan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.

”Diluncurkannya aplikasi Srikandi dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel, serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya melalui pengelolaan arsip yang autentik dan terpercaya,” tegas Halikinnor.

Pos terkait