Penghidupan Nelayan Kujan Terancam, Niatnya Cari Ikan, Ribuan Mati Mengambang

Ikan mati
ANCAM NELAYAN: Warga Desa Kujan, Kabupaten Lamandau, melintas di antara ikan yang mati mengambang, Kamis (16/6). (IST/RADAR SAMPIT)

NANGA BULIK, RadarSampit.com – Ribuan ikan mati mendadak di Sungai Kujan yang bermuara di Sungai Lamandau, Kabupaten Lamandau. Peristiwa itu mengancam penghidupan para nelayan di wilayah itu yang bergantung pada hasil dari mencari ikan.

Dari video yang diterima koran ini, ikan-ikan berukuran kecil hingga sedang itu terlihat masih mengapung di sepanjang aliran sungai hingga di muara.

Bacaan Lainnya

Sungai yang biasa menjadi tumpuan hidup para nelayan Desa Kujan untuk mencari ikan itu kini tidak menghasilkan lagi. Hal tersebut dikeluhkan sejumlah warga.

Seorang nelayan menceritakan, dia seperti biasa pergi ke sungai tersebut untuk menjala ikan Kamis (16/6) pagi. Namun, saat masuk muara sungai hingga ke hulu, ikan-ikan tersebut sudah mengambang mati. Dia menilai kematian ikan itu tidak wajar. Pasalnya, jika akibat racun atau setrum, area ikan yang mati terbatas.

Baca Juga :  BMKG Minta Nelayan Waspadai Cuaca Buruk

”Biasanya kami mencari ikan hasilnya cukup untuk menghidupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Tapi, kalau ikannya pada mati, bagaimana kami mencari ikan? Apalagi sampai anak-anaknya yang kecil juga ikut mati semua,” ujar nelayan yang meminta namanya tak disebutkan ini.

Menurutnya, kematian ikan secara mendadak di sungai tersebut bukan baru sekali ini terjadi. Warga menduga penyebabnya kebocoran limbah dari salah satu pabrik pengolahan kelapa sawit yang berada tidak jauh dari jalur anak sungai. Meskipun kejadiannya berulang, tidak ada solusi. Baik dari pemerintah maupun aparat.

”Kami harap pihak terkait bisa turun langsung ke lapangan untuk mengecek penyebabnya. Kalau memang akibat kelalaian seseorang atau perusahaan, tolong ditindak tegas,” ujarnya. (mex/ign)

Pos terkait