PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) periode 2023-2028 resmi dilantik oleh ketua Umum GAPKI, Eddy Martono pada Selasa (29/8). Untuk pertama kalinya GAPKI Kalteng melaksanakan kegiatan pelantikan di luar Palangka Raya yakni di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kepengurusan GAPKI Kalteng ini adalah hasil Musyawarah Cabang pada 15 Juni lalu di Palangka Raya. Mendudukkan Syaiful Panigoro sebagai ketua GAPKI Kalteng 5 tahun mendatang.
“Bapak Syaiful Panigoro dipercaya sebagai Ketua GAPKI cabang Kalteng untuk 5 tahun mendatang. Ia terpilih secara aklamasi sesuai hasil musyawarah cabang (Muscab) yang dilaksanakan di Palangka Raya pada 15 Juni lalu,” ungkap Ketua Panitia.
Ketua GAPKI cabang Kalteng Syaiful Panigoro dibincangi usai pelantikan, mengatakan bahwa sebagai mitra pemerintah pihaknya berupaya membenahi tata kelola sawit di Kalteng selama ini, salah satunya menyelesaikan berbagai konflik antara masyarakat dengan perusahaan.
“Kita hanya asosiasi sebagai mitra pemerintah. Kita melakukan mediasi apa yang menjadi harapan pemerintah terhadap anggota. Jadi kita menampung harapan pemerintah, kita diskusikan dan tentu anggota (perusahaan) yang menyelesaikan,” bebernya.
Pelantikan ini selain Ketua Umum GAPKI hadir pula Sekjen GAPKI Hadi Sugeng, Bupati Kotim, Bupati Sukamara, Asisten 1 Setda Kobar, Plh Kadisbun Kalteng dan sejumlah tamu undangan lainnya. Kepada media Ketua Umum GAPKI Eddy Martono berpesan agar pengurus GAPKI Kalteng yang baru dapat terus menjalin koordinasi bersama pemerintah daerah dalam upaya menciptakan iklim investasi yang baik yang bertujuan mensejahterakan masyarakat lewat industri kelapa sawit.
Menurutnya masih banyak tantangan ke depan yang harus diselesaikan GAPKI bersama pemerintah, mulai dari penyelesaian konflik, tata kelola hingga upaya melawan kampanye hitam yang terus digaungkan oleh pihak luar.
“Sawit merupakan salah satu minyak nabati dunia, sehingga murni ada perang dagang di situ, Industri Sawit harus tetap berkibar. Jadi kita terus melakukan penyadaran, terutama untuk masyarakat kita di Indonesia. Kadang-kadang justru dari asing yang mempengaruhi masyarakat kita,” tegasnya.
Ia menjabarkan bahwa setiap hari masyarakat Indonesia selalu menggunakan produk turunan kelapa sawit mulai dari pasta gigi, sabun, hand body dan lain-lain. Sehingga produk kelapa sawit dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas.
“Kita hampir 24 jam menggunakan produk sawit. Bagaimana kalo misal kita impor, berapa mahal kita beli sabun, odol. Jadi sudah jelas industri sawit sangat membantu perekonomian masyarakat kita,” tegasnya.
Maka dengan dilantiknya pengurus baru harus segera koordinasi dan memposisikan diri sebagai mitra pemerintah. Ia yakin pemerintah bersama GAPKI bisa memajukan industri sawit di daerah untuk mensejahterakan masyarakat sekitar. (sam/sla)








