Peningkatan Jalan Antardesa Harus Diprioritaskan 

jalan rusak kobar
TINJAU JALAN: Anggota DPRD Tuslam Amirudin saat meninjau aspal di jalan menuju Desa Sungai Rangit Jaya, pada Kamis (11/1/2024)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Akses jalan antardesa di Kecamatan Pangkalan Banteng masih membutuhkan peningkatan. Pembangunan jalan harus menjadi prioritas, mengingat masih banyak akses jalan perdesaan yang rusak.

Anggota DPRD Kobar  Dapil Kobar III Tuslam Amiruddin mengatakan, akses jalan perdesaan ini menjadi sangat vital dan harus rutin dianggarkan supaya bisa tuntas dalam beberapa tahun ke depan. Dengan akses jalan yang nyaman akan berdampak di segala aspek kehidupan masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan,  pertanian, dan perkebunan.

Bacaan Lainnya

“Saat ini, akses penghubung antar desa ke utara Kecamatan Pangkalan Banteng sudah relatif bagus progresnya. Dari Semanggang ke Desa Sidomulyo-Sungai Bengkoang tinggal ke Sungai Kuning, Arga Mulya, Kebun Agung,” beber politikus PAN ini, Rabu (24/1/2024).

Sedangkan untuk wilayah selatan, ruas jalan Simpang Berambai- Natai Kerbau-Mulya Jadi-Sungai Pulau-Karang Sari masih perlu peningkatan.

Baca Juga :  Bandar Arisan Ditangkap Polres Kobar, Dilaporkan Anggota Karena Penghentian Sepihak

“Kita akan terus dorong peningkatan akses jalan pedesaan ini supaya bisa secara berkelanjutan, karena jalan ini merupakan hal utama yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika jalan bagus maka semua akan mengikuti dengan mudah, sebaliknya ketika akses jalan rusak maka akan sulit juga masyarakat mengangkut hasil pertanian dan juga akses untuk kehidupan sehari-harinya,” ungkap Tuslam.

Beberapa waktu lalu di Kecamatan Pangkalan Banteng juga telah dilaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Dia berharap instansi terkait dapat memperhatikan mana-mana yang menjadi skala prioritas agar masyarakat dapat juga merasakan kue pembangunan secara merata.

“Dalam musrenbang tentu banyak usulan yang menjadi kebutuhan mendasar. Ini harus diprioritaskan, salah satunya akses jalan antardesa,” pungkasnya. (sam/yit)

 

 

 



Pos terkait