Penutupan Pasar Malam Sampuraga Lama Nyaris Rusuh

Polisi Bina Puluhan Remaja  

dibina aparat 2
DIBINA APARAT: Remaja yang kedapatan akan berbuat onar di penutupan pasar malam mendapat hukuman dari petugas keamanan, Sabtu (11/2) malam. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Puluhan remaja yang diduga dalam pengaruh minuman keras diamankan aparat kepolisian dan panitia pasar malam di Stadion Sampuraga Lama, Sabtu (11/2/2023) malam.

Panitia dan kepolisian mengamankan mereka saat akan berbuat onar di depan pintu gerbang masuk stadion Sampuraga Lama.

Bacaan Lainnya

Panitia dan petugas keamanan yang sudah mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan langsung membawa puluhan remaja itu ke pos keamanan kegiatan pasar malam.

Mereka kemudian dibina dan disuruh push up. Hukuman pembinaan tersebut diberikan saat kegiatan pasar malam telah selesai, hal ini agar ada efek jera dan dikegiatan serupa mereka tidak mengulangi perbuatannya.

Event Organizer Wans Pro, Iwan OT mengaku kesal dengan ulah para remaja yang akan berbuat onar saat konser musik pada malam penutupan pasar malam itu.

“Jumlahnya puluhan orang, tapi saya tidak menghitung jumlah pastinya, biar ada efek jera agar tidak terus berbuat rusuh saat kegiatan hiburan rakyat,” ujarnya, Minggu (12/2).

Baca Juga :  Kerugian Akibat Banjir Kobar Belum Bisa Ditaksir

Menurutnya, kegiatan pasar malam untuk memberdayakan pelaku UMKM adalah salah satu bentuk dukungan agar roda perekonomian masyarakat terus berputar.

Niat yang baik tersebut diciderai oleh segelintir remaja yang datang gagah-gagahan dengan kondisi setengah mabuk akibat menenggak miras.

“Hampir 80 persen setengah mabuk, apa mereka tidak tahu bahwa kegiatan ini utamanya adalah memberdayakan UMKM, bagaimana perasaan mereka kalau ada saudaranya yang mengadu peruntungan di kegiatan ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan bukan hanya pengunjung, timnya yang kedapatan berbuat onar dalam kegiatan pasar malam juga akan ditindak tegas.

Ia menyebut bahwa hiburan yang diadakan untuk mengundang pengunjung datang dan menyaksikan kegiatan dengan santai, bukan sebagai ajang adu pukul.

Akibat ulah para remaja yang akan membuat onar dikegiatannya ia khawatir ke depan kegiatan serupa akan sulit mendapatkan izin dari kepolisian.

“Ujung-ujungnya kalau begini terus akan sulit kami mendapatkan izin keramaian, jadi kami minta hentikan kekerasan, mari kita datang dengan tujuan untuk hiburan,” pungkasnya. (tyo/sla)



Pos terkait