Peran Aktif Bank Penting Dalam Penyelidikan

Dokter tertipu ratusan juta
Ilustrasi dan Infografis. (Muhammad Faisal/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, RadarSampit.com– Kasus pembobolan rekening tabungan yang menimpa salah seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendapat perhatian masyarakat luas.

Binsar Parhusip yang menjadi korban kejahatan cyber harus kehilangan uang sebesar RP274.756.500, penipu yang mengatasnamakan salah satu bank BUMN dari pusat tersebut menguras uang korbannya hanya dalam kurun waktu kurang dari 15 menit melalui 9 kali transaksi, pada Senin 6 Juni 2022 lalu.

Informasi yang beredar luas terkait pembobolan rekening bank itu meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan perbankan.

“Saya tarik uang saya semua, hanya saya sisakan sedikit agar tidak mati ATM saya, karena saya takut meski tidak seberapa tabungan saya,” kata salah seorang warga Kelurahan Baru, Anto.

Sementara Kasatreskrim Polres Kobar, AKP Rendra Aditya Dhani menegaskan bahwa korban menjadi korban phising dan saat ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kobar terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Terkait dengan penyelidikan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak bank guna menelusuri aliran dana milik korban. “Kita telah lakukan koordinasi dengan pihak bank guna menelusuri kemana saja aliran dana dan dipindahkan kemana saja oleh orang yang melakukan penipuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Covid-19 Bikin RSUD Lamandau Babak Belur

Ia menegaskan, dalam hal ini tentunya keterlibatan bank untuk bekerja sama dengan kepolisian sangat penting untuk menelusuri dana tersebut, karena untuk mengakses data tersebut menjadi kewenangan perbankan. Informasi yang mereka terima, perbankan di Pangkalan Bun telah melakukan koordinasi dengan pusat.

“Laporan dari bank cabang harapannya bisa ditindaklanjuti oleh pusat, agar proses penyelidikan yang dilakukan bisa terus berlanjut,” pungkasnya. (tyo/sla)

Pos terkait