Perjuangan Desa Seragam Jaya Usulkan Pembangunan PJU

Pantang Menyerah, Selalu Diusulkan Setiap Musrenbang

jalan seranau
PERLU PERBAIKAN: Ruas jalan di wilayah Seranau yang jadi urat nadi perekonomian warga, namun dalam kondisi rusak. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Musyarawah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur masih berlangsung. Berbagai aspirasi pembangunan di berbagai sektor disampaikan warga, berharap bisa terealisasi tahun depan.

Aparatur Desa Seragam Jaya pantang menyerah. Meski usulan terkait penerangan jalan umum selalu mental, aspirasi itu selalu disampaikan dalam setiap pelaksanaan musrenbang Kecamatan Seranau setiap tahun.

Bacaan Lainnya

Kepala Urusan Umum dan Perencanaan Desa Seragam Jaya Joko Supriyadi mengatakan, meski pembangunan PJU diusulkan setiap tahun, sampai tahun ini belum ada satu pun tiang PJU yang dibangun untuk menerangi desa.

”Desa Seragam Jaya belum tersentuh pembangunan PJU sama sekali. Setiap tahun PJU itu selalu kami usulkan dalam musrenbang, tetapi belum masuk rencana anggaran Pemkab Kotim. Saat malam hari di desa gelap gulita dan hanya dibantu penerangan dari lampu teras rumah warga,” kata Joko Supriyadi, Rabu (18/1).

Baca Juga :  Walhi Tantang Bupati Kotim Buktikan Ketegasan Terkait Pencabutan Izin PT BSL

Dalam musrenbang Kecamatan Seranau, pihaknya mengusulkan 20 titik pemasangan PJU untuk tahun 2024 mendatang. Jumlah itu belum mengakomodir semua ruas jalan desa.

”Total ada empat jalur yang terbagi menjadi 7 RT dan 2 RW. Kami juga sudah melakukan pemetaan yang disertai titik koordinat. Kami juga pernah usulkan proposal ke pihak swasta sebanyak 50 titik. Sebanyak 25 titik jalan poros desa dan 25 titik jalan gang desa. Usulan ini pun belum terealisasi sampai sekarang,” ujarnya.

Di samping itu, lanjutnya, Desa Seragam Jaya juga mengusulkan pelebaran Jalan Mufakat yang masih masuk wilayah Kelurahan Mentaya Seberang. Usulan itu dinilai sangat penting, mengingat kondisi jalan hanya selebar dua meter.

”Penduduk Desa Seragam Jaya sebagian besar mata pencahariannya sebagai petani nanas madu dan lengkuas. Kurang lebih ada 70 petani nanas yang setiap harinya petani bolak balik mengantarkan hasil panennya minimal 4 karung per petani untuk dijual ke Kota Sampit. Jalan yang setiap hari dilewati rusak dan berlubang serta pas-pasan dilewati mobil, sehingga kami usulkan agar Jalan Mufakat dilebarkan,” katanya.

Pos terkait