PSS Sleman Tekuk PSIS, Solidnya Komunikasi Tim Pelatih Jadi Kunci Kemenangan

pss sleman
Komunikasi tim pelatih kunci kemenangan PSS Sleman atas PSIS. (pssleman.id)

SLEMAN, radarsampit.com – PSS Sleman meraih kemenangan krusial saat menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan pekan ke-15 Pegadaian Championship musim 2025/2026. Duel klasik dua tim era Perserikatan itu berlangsung sengit di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (10/1/2026) sore WIB.

Hasil positif tersebut bukan hanya penting dari sisi perolehan poin, tetapi juga mencerminkan solidnya kerja internal tim pelatih PSS Sleman. Meski harus tampil tanpa kehadiran Ansyari Lubis di pinggir lapangan akibat akumulasi kartu kuning, Super Elang Jawa tetap mampu tampil terorganisasi dan disiplin sepanjang pertandingan.

Bacaan Lainnya

Absennya Ansyari sempat memunculkan tanda tanya terkait kesiapan tim. Namun kondisi itu justru memperlihatkan bahwa persiapan PSS tidak bergantung pada satu sosok, melainkan pada sistem dan komunikasi yang telah dibangun secara kolektif di internal tim pelatih.

Ansyari menjelaskan, komunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas tim, terutama saat menghadapi situasi tidak ideal. Diskusi rutin antar jajaran pelatih telah menjadi kebiasaan, baik sebelum maupun setelah sesi latihan reguler.

“Artinya, kami di tim pelatih PSS selalu berdiskusi sebelum dan setelah latihan. Beberapa kali juga berdiskusi bersama pemain sebelum latihan, dengan penjelasan soal peran masing-masing dan skema yang akan dijalankan,” ujar Ansyari usai sesi latihan kebugaran.

Ia menambahkan, tantangan komunikasi semakin terasa saat pertandingan berlangsung karena situasi di lapangan sangat dinamis. Oleh sebab itu, instruksi harus disampaikan secara singkat, jelas, dan tepat sasaran agar mudah dipahami oleh pemain.

Dalam laga melawan PSIS Semarang, komunikasi pra-pertandingan dinilai sangat vital. Seluruh arahan dari Technical Director telah dibahas secara matang dan disampaikan dengan jelas kepada tim sebelum laga, sehingga pemain tinggal menjalankan instruksi di lapangan.

“Pastinya komunikasi sudah dimatangkan sebelum pertandingan. Gilang berada di bench tanpa pendampingan langsung dari tim pelatih, jadi semua instruksi sudah jelas sejak awal,” tuturnya.

Pos terkait