PT. MKM Sukses Bina Petani Nanas di Desa Tarung Manuah

Hasilkan 10 Produk Olahan dari Program Nanas TAMASYA

cc383206 12f0 470e 9ae2 dc29ea93d898

KAPUAS, radarsampit.com – Nanas merupakan produksi buah tertinggi ketiga di Indonesia, sedangkan Kabupaten Kapuas menjadi Kabupaten tertinggi di Kalimantan Tengah atas produksinya, terutama nanas di Kecamatan Basarang yang merupakan kearifan lokal setempat dengan jenis Nanas Madu.

Melihat potensi ini, PT. Menteng Kencana Mas (SSMS Grup) melalui Corporate Social Responsibility (CSR) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di salah satu desa binaannya yakni di Desa Tarung Manuah yang diberi nama Program Nanas TAMASYA (Tarung Manuah Semakin Jaya).

Bacaan Lainnya
Gowes

Manager CSR PT MKM, Abdur Rohman, menejelaskan, program ini diinisiasi PT. Menteng Kencana Mas (MKM) dengan melibatkan Dinas Pertanian, BPP Kecamatan Basarang dan Disperindagkop UKM Kabupaten Kapuas bersama Pemerintah Desa.

Menurut Rohman ada dua kelompok desa yaitu Kelompok Tani Putra Tama, beranggotakan 11 laki-laki, dan Kelompok UMKM Tama Manja, beranggotakan 13 perempuan (Ibu-ibu). Mereka dilatih dari mulai budidaya pertaniannya hingga diversifikasi produk dari buah nanas.

Baca Juga :  Narkoba Senilai Rp 5 Miliar Direbus Dan Dibuang Ke Septic Tank

Pada pelatihan yang dilakukan selama 4 hari mulai tanggal 3-6 Juli 2023 lalu, peserta dilatih cara budidaya penanaman nanas secara baik dan benar. Sementara kelompok ibu-ibu diberikan bimbingan teknis berupa pengolahan dengan bahan dasar Nanas Madu sebanyak 10 produk.

“Kami telah melakukan koordinasi lintas sektor, stackholder dan masyarakat, sehingga dapat membentuk 2 kelompok di Desa ini, kemudian kami melaksanakan kegiatan Bimtek budidaya pertanian Nanas dan Pelatihan pengolahan berbagai macam produk turunan nanas selama 4 hari sehingga nantinya mampu memberikan nilai tambah ” kata Abdur Rohman Kamis (6/7).

Pada kegiatan ini PT. MKM juga memberikan sarana prasarana seperti bibit, pupuk, perlengkapan lainnya untuk Kelompok Tani, dan barang-barang maupun alat-alat untuk Kelompok Ibu-ibu UMKM sesuai keperluan 2 kelompok tersebut.

“Kedepannya, kami juga akan membantu hingga pemasaran hasil kelompok. Pendampingan akan berkelanjutan hingga bisa mandiri dan menjadi percontohan untuk masyarakat lainnya,” jelasnya.



Pos terkait