RASA MANTAP!!! Coto Menggala Jadi Rebutan Di Festival Danau Sentani Papua

coto menggala 1
COTO MENGGALA: Bupati Bupati Jayapura Matius Awoitauw, saat menikmati hidangan Coto Menggala di Festival Danau Sentani, Minggu (30/10). (Istimewa/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Coto Menggala, kuliner tradisional asal Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi menu favorit peserta Festival Danau Sentani, Konggres Masyarakat Adat Nusantara Ke- VI di Kota Jayapura, Papua, Minggu (30/10).

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Kotawaringin Barat Mardhani mengatakan, Festival Danau Sentani Konggres Masyarakat Adat Nusantara Ke VI di Jayapura diikuti 60 suku komunitas adat AMAN di Papua yang terdaftar.

Bacaan Lainnya

“Di Indonesia ada sebanyak 20 juta anggota AMAN, namun tidak semua yang mengikuti Festival Danau Sentani dan untuk Kobar kita ada 17 orang yang berangkat,” ujarnya.

Dalam festival tersebut, AMAN Kobar menampilkan kuliner Coto Menggala. Selain itu juga menampilkan produk komunitas adat anggota AMAN Kotawaringin Barat, di antaranya madu dari komunitas adat Sungai Batu, Desa Kubu, dan Virgin Coconut oil (VCO) dari Desa Sabuai.

Kuliner Coto Menggala menjadi favorit dalam festival yang digelar di Stadion Barnabas Youwe, ludes tidak tersisa. Bahkan Bupati Jayapura Matius Awoitauw berkesempatan mencicipi Coto Menggala.

Baca Juga :  Makin Meresahkan, Embat Dua Burung Kicau Setelah Panjat Pagar Rumah

Peserta festival mengaku bahwa kuliner tradisional dari Kotawaringin Barat tersebut sangat enak, mereka heran singkong yang biasanya pengolahannya hanya direbus dan digoreng ternyata  bisa menjadi soto dan berkuah.

“Dalam sekejap satu dandang besar ludes, peserta berebut dan alhamdulilah mereka merasa senang dan mengaku Coto Menggala mempunyai cita rasa yang enak, Coto Menggala itu dibikin oleh perempuan adat dan pemuda Kobar,” ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa Festival Danau Sentani dibuka oleh Bupati Jayapura Matius Awoitauw di Stadion Barnabas Youwe dan dihadiri oleh Dorince Mehue  Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP). (tyo/sla)

Pos terkait