Rela Bugil di Kamera, Janda Muda Cantik Diperas Brimob Gadungan

ilustrasi pemerasan
Ilustrasi (net)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Korban kejahatan jejaring maya terus berjatuhan. Seorang perempuan berstatus janda berparas cantik, SL (30), menjadi korban untuk kesekian kalinya. Wanita itu terjebak rayuan seorang pria yang mengaku anggota Satuan Brimob Polda Kalteng, hingga rela melakukan panggilan video mesum.

Korban yang berasal dari Bandung, Jawa Barat tersebut akhirnya diperas pelaku hingga merugi sekitar Rp9 juta. Tak mau dijadikan ”mesin uang”, korban akhirnya mengadu ke Tim Virtual Police Bidang Humas Polda Kalteng.

Bacaan Lainnya
Gowes

Kepada polisi, SL mengaku diancam pelaku yang akan menyebarkan video syurnya saat melakukan panggilan video. Pelaku meminta uang sebesar Rp38 juta agar video syurnya dihapus.

SL terpikat dengan pelaku hingga berani melakukan panggilan video mesum karena pria itu mengaku polisi yang berdinas di Satbrimob Polda Kalteng. Hubungan berlanjut dengan saling bertukar nomor ponsel. Keduanya sepakat menjalin cinta jarak jauh.

Baca Juga :  Bisa Jadi Contoh, PPDB Lamandau Benar-Benar gratis

”Kami sampaikan kepada korban agar melaporkan kasus tersebut ke Polda Jabar atau ke Polrestabes Bandung agar (pelaku) diproses hukum,” kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji, Selasa (4/7).

Menurut Erlan, panggilan video mesum tersebut dilakukan beberapa kali. Korban juga dijanjikan akan dinikahi. Pelaku meminta korban mengirimkan sejumlah uang dengan alasan akan digunakan untuk mengurus mutasi dari Polda Kalteng ke Polda Jabar agar lebih dekat dengan korban. Korban lalu mengirim uang sebesar Rp9 juta.

Setelah uang tersebut diterima, pelaku kembali meminta sejumlah uang karena yang dikirim sebelumnya kurang untuk mengurus mutasinya. Hal itu membuat korban sadar dan curiga. Korban menolak mengirimkan uang yang diminta. Penolakan itu tak membuat pelaku menyerah. Korban diancam video mesumnya akan disebar apabila tak mengirim uang yang diminta.

Korban kemudian menghubungi Humas Polda Kalteng dan dilakukan pengecekan. Erlan memastikan pelaku tidak terdaftar sebagai personel kepolisian. Korban disarankan melapor karena sudah jadi korban pemerasan.



Pos terkait