Rotasi Pejabat Kotim Dijadwalkan Bulan Ini

Rotasi Pejabat Kotim
RESMI : Bupati Kotim Halikinnor ketika melantik Sekda Kotim Fajrurrahman, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Senin (6/9) kemarin.(yuni/radarsampit)

SAMPIT-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, akan melakukan penataan formasi jabatan melalui rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan pemerintahannya, pada pertengahan bulan September ini.

Dikatakannya, setelah pelantikan dan pengambilan sumpah Sekretaris Daerah (Sekda) definitif, Senin (6/9) kemarin, dirinya baru akan melakukan pelantikan terhadap pejabat lainnya di Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD).

“Setelah ini (Pelantikan Sekda definitif) baru pelantikan Kepala  dan pejabat SOPD, sekitar pertengahan atau akhir bulan ini,” sebut Halikinnor.

Menurutnya,  pelantikan terhadap para pejabat tersebut masih harus di godok oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), selain itu melihat dari job fit-nya.

“Saya akan melaksanakan sesuai dengan mekanisme dan aturannya,” tegas Halikin.

Diungkapkannya pula, belum ada jumlah pasti berapa orang pejabat yang akan dia lantik nantinya. Menurutnya apa yang direncanakan bisa saja berubah tergantung situasi dan kondisi.

“Kalau disebutkan jumlahnya itu belum tentu, bisa saja yang rencananya mau di mutasi karena kondisi emergensi bisa saja tidak perlu dimutasi,” terangnya.

Menurutnya hal itu bisa saja terjadi, pihaknya lebih kepada fleksibilitas. Kapan pun bisa melakukan mutasi, yang terpenting kata Halikinnor,  pemerintahan berjalan dengan baik dan maksimal.

Baca Juga :  Pemdes di Kabupaten Lamandau Menangkan Sengketa Tanah Makam

“Jadi melihat kinerja berjalan, di samping saya juga memfungsikan Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan), termasuk kinerja selama ini juga dilihat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan,  terkait dengan rotasi dan mutasi jabatan ini memungkinkan jika dirinya akan menyesuaikan dengan lama kerja pejabat di satuan unit kerjanya.

“Kita menyesuaikan saja, mungkin ada kepala dinas yang sudah cukup lama perlu rotasi kemana supaya tidak bosan, tidak jenuh dengan kerjaan yang sama,” pungkasnya.

Namun Halikinnor menegaskan lagi, ia menilai dan melihat dari kompetensi, integritas, serta kapabilitasnya. “Semua dinilai. Makanya saya katakan kerja saja yang terbaik, pasti ada reward dan punishment,” tutupnya. (yn/gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *