Sabran Achmad Tokoh Panutan yang Layak Dapat Penghargaan

Mantan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng
UPACARA MILITER: Tokoh pendiri Kalteng Sabran Achmad dimakamkan melalui prosesi upacara militer, Rabu (28/4). (DODI/RADAR SAMPIT )

PALANGKA RAYA – Rangkaian upacara militer mengantarkan almarhum Sabran Achmad menuju peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang, Palangka Raya, Rabu (28/4). Almarhum dinilai sangat layak mendapat penghargaan atas dedikasinya untuk Bumi Tambun Bungai.

Mantan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng periode 2008-2016, yang juga salah satu tokoh perintis berdirinya Kalteng tersebut, dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap pembangunan provinsi ini. Terutama sejak menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD-GR Kalteng periode 1966–1971.

Bacaan Lainnya

Pantauan Radar Sampit, pemakamannya dihadiri sejumlah tokoh dan kolega. Upacara militer dipimpin Danrem 102 Panju Panjung Brigadir Jenderal TNI Purwo Sudaryanto.

Budi Tangkasiang, anak pertama Sabran Achmad mengatakan, sebelum meninggal dunia, ayahnya bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit. ”Kalau sembuh, dirawat di rumah. Terus kalau sakit ke rumah sakit. Meninggal karena sakit di usia tua. Juga komplikasi ginjal dan jantung,” ujarnya.

Baca Juga :  Lamandau Pelajari Festival Cap Go Meh di Kalbar, Berharap Event Pariwisata Daerah Tak Kalah Meriah

Budi menuturkan, ayahnya merupakan sosok panutan keluarga. Tidak pernah marah, sangat menyayangi anak, cucu, bahkan masyarakat Kalteng. ”Kami sangat kehilangan dan beliau merupakan salah satu pendiri Kalteng,” ujarnya.

Dedikasi sesepuh Kalteng tersebut terhadap hak masyarakat dan pembangunan daerah diakui mantan Wali Kota Palangka Raya Riban Satia. Selain tokoh panutan, almarhum dinilai sebagai sosok yang memberinya banyak pelajaran dalam melaksanakan pembangunan daerah.

”Tidak banyak orang seusia beliau ini yang tetap aktif memperjuangkan hak-hak masyarakat pada usia yang sudah lanjut. Pengalamannya dari berbagai bidang patut dipelajari. Bahkan saya pun banyak belajar dari hal tersebut,” katanya.

Di masa tuanya, Sabran Achmad dikenal sebagai orang yang sangat lantang membela hak masyarakat Dayak. Salah satu yang terlihat saat almarhum aktif memperjuangkan pelaksanaan program Dayak Misik, yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat agar tidak terpinggirkan oleh pesatnya pembangunan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *