Sapras Damkar PT. Pilar Wanapersada Lengkap

Siap Hadapi Ancaman Karhutla di Musim Kemarau

12 soc

NANGA BULIK , radarsampit.com – Perusahaan-perusahaan yang mengelola perkebunan yang cukup luas harus waspada terhadap ancaman kebakaran lahan. Untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau, jauh-jauh  hari perlu adanya persiapan sarana prasarana dan sumber daya manusia.

Untuk itu, Kapolres Lamandau melakukan pengecekan sarana prasarana pemadam kebakaran serta melatih tenaga pemadam di PT Pilar Wanapersada, Kamis (16/2) siang.

Bacaan Lainnya

“Setiap tahun, kami selalu menyiapkan sarana dan prasarana serta SDM untuk pemadam kebakaran. Ada kebakaran atau tidak, yang penting semua siap. Kami berterimakasih adanya pelatihan pemadaman  agar lebih siap lagi saat menghadapi ancaman karhutla,” ungkap Plantation Head (PH) PT Pilar Wanapersada, Jonner Silaen.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan,  PT. Pilar Wanapersada telah siap mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Saya mengharapkan koordinasi dan sinergi terus terjalin, dalam mengantisipasi datangnya musim kemarau sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat di minimalisir,” harapnya.

Baca Juga :  Jangan Beri Uang kepada Pengemis dan Pengamen

Pihaknya juga siap membantu pemadaman jika ada titik api di lahan dan hutan yang ada di desa-desa sekitar areal perkebunan PT Pilar Wanapersada. Karenanya, menjadi tanggung jawab perusahaan dan warga sekitar untuk bersama-sama menjaga agar jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Kapolres Lamandau  AKBP Bronto Budiyono usai melaksanakan pengecekan sarana dan prasarana (Sarpras) Damkar PT. Pilar Wanapersada  menyampaikan bahwa prakiraan BMKG, di pertengahan tahun 2023 wilayah indonesia akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari biasanya.  Potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Semua pihak diminta waspada agar bencana asap tak lagi terulang. Apalagi karhutla yang terjadi selama ini sebagian besar unsur kesengajaan.

Sementara itu ada tiga wilayah provinsi yang akan mengalami kemarau ekstrem antara lain Provinsi Kalteng, Provinsi Riau, dan Provinsi Kalbar.



Pos terkait