Dibina PT Pilar Wanapersada, Koperasi Batu Sagulak Ramay Malaju Makin Berkembang

Perluas Usaha, Bangun Ruko, dan Beli Excavator

soc lamandau 1
BERKEMBANG PESAT: Koperasi Batu Sagulak Ramay Malaju di Desa Tamiang, Kecamatan Bulik makin berkembang dan mampu menyejahterakan anggotanya. (Istimewa)

NANGA BULIK, radarsampit.com – Dari ratusan koperasi yang ada di Kabupaten Lamandau, hanya sebagian saja yang berhasil dikelola dengan baik sehingga mampu maju dan menyejahterakan anggotanya. Salah satunya adalah Koperasi Batu Sagulak Ramay Malaju di Desa Tamiang, Kecamatan Bulik.

Bahkan koperasi ini telah melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan ruko, melakukan penyerahan sisa hasil produksi (SHP) pasca lunas sebesar Rp 3 miliar lebih dan peresmian penggunaan excavator yang dihadiri Bupati Lamandau H Hendra Lesmana, Selasa (9/5/2023).

Bacaan Lainnya

Ketua Koperasi Batu Sagulak Ramay Malaju, Ethen.K.Migil mengatakan bahwa koperasi kemitraan Lamandau 1 adalah anak sulung dari koperasi yang dibina oleh PT Pilar Wanapersada. Berdiri sejak tahun 2006, tanam perdana sawit kemitraan dilakukan pada tahun 2009. Lalu di tahun 2022 pihaknya telah menandatangani kerjasama pengelolaan kebun pasca lunas.

soc lamandau 2

“Meskipun sudah lunas, namun kebun kami tetap dipercayakan untuk dikelola dan dibina oleh PT Pilar Wanapersada,” ungkapnya.

Dan dari sisa hasil usaha yang disisihkan sebagian, kini mereka mulai melebarkan sayap usaha. Selain mengelola kebun juga ada usaha simpan pinjam anggota. Dimana saat ini sudah bergulir pinjaman untuk 125 orang dan dana yang bergulir sebesar Rp 1,2 miliar.

“Kami juga telah memiliki alat transportasi untuk mengangkut hasil kebun, sebanyak 3 unit dump truck.  Saat ini kami bangga, karena dari hasil sisa usaha, kami juga telah memiliki 1 unit excavator,” ujarnya.

Kehadiran excavator tersebut sangat penting, karena dapat membantu perbaikan infrastruktur di dalam kebun, seperti perbaikan jalan, parit, jembatan di dalam kebun untuk memudahkan perawatan dan distribusi buah.

“Untuk pengembangan usaha, saat ini kita juga dibangun ruko di pinggir jalan poros. Karena kami jauh dari kota, peluang ini sangat menjanjikan. Nantinya komoditas yang dijual seperti sembako dan sarana peralatan kebun dapat membantu masyarakat maupun karyawan perusahaan memenuhi kebutuhannya. Karena jalan poros ini dilalui masyarakat banyak desa,” bebernya.

Ia sendiri dengan tegas menyatakan ingin mengubah konotasi negatif KUD yang selama ini sering disebut Ketua Untung Duluan. Melalui pengelolaan yang baik dan transparan, dengan semakin banyaknya unit usaha koperasi, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota dan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT Pilar Wanapersada, Jonner Silaen, Plantation Head PT Pilar Wanapersada mengungkapkan, sebagai koperasi yang pertama kali bekerjasama dengan pihak perusahaan, sudah cukup banyak menghasilkan prestasi yang membanggakan.

“Sehingga perusahaan selaku mitra dan pembina sangat bangga. Karena berbagai usaha yang telah dijalankan oleh koperasi ini telah membantu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Lamandau H Hendra Lesmana. Ia mengapresiasi atas apa yang akan dan telah dilakukan oleh koperasi, karena dari sekian banyak koperasi di Kabupaten Lamandau, hanya 197 koperasi yang aktif dan yang sehat hanya 9 koperasi.

“Spirit koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggotanya, namun sering diplesetkan ketua untung duluan, tapi itulah adanya. Namun saya bangga, di tengah konotasi negatif tersebut, masih banyak koperasi yang menunjukkan kesuksesannya dalam mengelola usaha dan mensejahterakan anggotanya.  semoga koperasi ini kedepan bisa jadi pionir dan percontohan bagi koperasi lain di kabupaten Lamandau,” harapnya. (mex/sla)

 

 

 

 

Pos terkait