Selisih Paham Berujung Penusukan

Ketua RT 10 Amin Jaya Terkapar dengan Luka Menganga

penusukan 1
DIPERIKSA: Anggota Unit Reskrim Polsek Pangkalan Banteng saat memeriksa Harto (61) pelaku penusukan terhadap Santoso (56), Minggu (4/6/2023) siang. (Harmoko/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Ketua RT 10 Desa Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Santoso (56) harus menerima beberapa jahitan di perut atas bagian kirinya (dekat rusuk). Luka itu didapatnya setelah ditusuk oleh Harto (61) tetangga yang juga saudara iparnya, Minggu (4/6/2023) pagi.

Kasus penusukan tersebut kini tengah ditangani oleh Polsek Pangkalan Banteng. Pelaku telah menyerahkan diri dan sedang dalam pemeriksaan dan pengamanan di Mapolsek setempat.

Bacaan Lainnya

Informasi dihimpun motif kasus tersebut diduga karena masalah keluarga terkait lahan. Kejadian yang sempat menggegerkan warga Desa Amin Jaya ini terjadi ketika korban pulang dari ladang selepas mengambil rumput untuk pakan ternaknya.

Selang beberapa saat pelaku datang ke rumah korban dengan membawa parang. Belum diketahui secara jelas apakah terjadi cekcok mulut antara pelaku dna korban yang merupakan pemilik bengkel mebel ini sebelum kejadian. Namun saat itu pelaku dengan cepat menyerang korban hingga terluka di bagian perut kiri atas.

Baca Juga :  Polres Katingan Bekuk Bandar Sabu di Lokasi Tambang

Ngatirah, istri korban mengungkapkan bahwa saat itu ia mengetahui bahwa pelaku datang membawa parang. Seketika itu ia memperingatkan suaminya agar menjauh, namun belum sempat terjadi, ia melihat suminya telah bergumul dengan pelaku.

“Waktu saya lihat suami saya posisinya sudah dibawah tertindih pelaku. Saat itu langsung saya coba memisahkan dan jari telunjuk kiri saya juga terkena parang itu,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa suaminya bisa terselamatkan setelah mendapat pertolongan dari anak buahnya (pekerja mebel) di rumahnya. “Saya juga langsung teriak minta tolong, saat itu posisi saya sedang memegang tangan dan parang yang digunakan pelaku. Untung saja Lek Men (pekerja mebel) segera datang dan menolong. Selanjutnya suami saya dibawa ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan,” lanjutnya.

Salah satu kerabat korban, Tiono mengaku tidak menyangka pelaku bisa nekat seperti itu. Namun terkait masalah keluarga yang menyangkut lahan pihaknya tidak mengetahui secara jelas. “Untuk pemicunya ya masalah keluarga, tapi untuk masalah lahan itu maaf saya tidak terlalu paham. Intinya dengan kejadian ini keluarga besar kami akan melapor ke pihak berwajib. Karena ini sudah mengancam nyawa saudara saya,” terangnya.



Pos terkait