Serunya Berburu Kerang Bambu di Pesisir Pantai Bogam

Diberi Waktu Dua Jam sebelum Kembali Pasang

BERBURU KERANG BAMBU: Warga Desa Teluk Bogam Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar saat berburu Kerang Bambu (Pempahat), Rabu (24/11). (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

Ketika alam sedang bersahabat dengan manusia, maka ia akan memberikan berbagai sumber dayanya yang melimpah. Tak hanya ikan di lautan lepas, tetapi juga di hamparan pasir putih di pesisir pantai yang dekat dengan permukiman.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

Menjelang siang, Pantai Bogam di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendadak ramai. Bukan oleh riuhnya wisatawan, tetapi karena serbuan warga setempat.

Orang tua, muda, laki-laki, perempuan hingga anak-anak ikut turun ke bibir pantai. Sembari berlari kecil, tangan mereka memegang ember berisi benda aneh. Terlihat beberapa batang lidi dari pelepah kelapa, toples kecil yang di dalamnya terdapat adonan berwarna putih seperti kapur serta tongkat kecil sepajang sekitar satu meter.

Rombongan warga ini langsung menyisir pantai yang saat itu sedang surut. Tongkat kecil yang mereka bawa ditusuk-tusukan ke pasir seperti petani yang sedang menugal.

Sementara yang lainnya mencelupkan lidi tersebut ke adonan berwarna putih, kemudian menusukkannya ke lubang kecil di pasir pantai dan menariknya kembali. Dalam hitungan detik tiba-tiba muncul benda kecil menyerupai bambu sepanjang tiga ruas jari. Ternyata itulah yang dinamakan Kerang Bambu atau bahasa setempat menyebutnya Pepahat.

Warga RT 07, Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Arifin Ilham yang saat itu sedang berburu menceritakan bahwa kkemunculan Kerang Bambu tidak sepanjang hari. Sepanjang tahun, Ia hanya muncul pada November dan Desember.

”Kami diberi kesempatan oleh alam berburu Kerang Bambu hanya dua jam setiap harinya, yaitu pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dan setelah itu air laut akan kembali pasang,” bebernya, Rabu (24/11).

Menurutnya, ada keunikan tersendiri dalam mencari Kerang Bambu, terutama dari peralatan yang digunakan berupa lidi, kapur dan tongkat. Peralatan tersebut ada kegunaannya masing-masing.

Ia membeberkan caranya, pertama siapkan kapur dan lidi kelapa serta tongkat, kemudian tongkat tersebut ditusukan ke pasir pantai atau ditugal tongkatnya sampai ketemu mata lubang tempat kerang bambu bersembunyi.

Setelah itu baru dimasukan sedikit kapur yang dioleskan pada ujung lidi kelapa dan tidak sampai 30 detik Pepahat atau Kerang Bambu pun akan keluar.

Pos terkait