Serunya Berburu Kerang Bambu di Pesisir Pantai Bogam

Diberi Waktu Dua Jam sebelum Kembali Pasang

Serunya Berburu Kerang Bambu di Pesisir Pantai Bogam
BERBURU KERANG BAMBU: Warga Desa Teluk Bogam Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar saat berburu Kerang Bambu (Pempahat), Rabu (24/11). (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

Setelah itu baru dimasukan sedikit kapur yang dioleskan pada ujung lidi kelapa dan tidak sampai 30 detik Pepahat atau Kerang Bambu pun akan keluar.

”Ditugal itu untuk mengetahui mata lubangnya tempat kerang bersembunyi dan dipancing dengan kapur itu agar dia keluar karena kerang di dalam tanah itu pada mabuk setelah d kasih kapur yang terbuat dari kapur kulit kapah. Kapur dibuat sendiri bukan kapur keluaran pabrikan,” terangnya.

Menurutnya kebiasaan warga ini sudah turun temurun dan menjadi warisan sejak sebelum kemerdekaan RI dan keberadaan Kerang Bambu hanya terdapat di Pantai Teluk Bogam.

Selain untuk dikonsumsi sendiri, musim Kerang Bambu menjadi berkah bagi warga Teluk Bogam karena harga jualnya yang lumayan mahal. Perkilogramnya mencapai Rp50 ribu. Namun warga biasanya menjual dengan takaran sabun colek Rp 15 ribu.

Kerang bambu terkenal dengan rasanya yang lezat, meski hanya direbus dengan berbagai bumbu seperti serai, garam, bawang putih, bawang merah, dan penyedap rasa. Tergantung selera karena kerang ini juga bisa dimasak asam manis.

”Yang pasti untuk makan sehari-hari arena rasanya mantul banget dan Kerang Bambu ini menjadi incaran konsumen karena hanya ada di musim tertentu,” pungkasnya. (*/sla)

Baca Juga :  Kawan Sendiri Dihabisi, Mayat Dikubur di Provinsi Tetangga 

Pos terkait