Simulasi, Dua Hektare Lahan Gambut Dibakar

Dua Hektare Lahan Gambut Dibakar
LATIHAN: Sejumlah tim gabungan melakukan pemadaman api di kawasan semak belukar pada kegiatan simulasi penanganan karhutla, Minggu (30/5).(ISTIMEWA )

SAMPIT-Tim gabungan TNI, Polri bersama pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melakukan kegiatan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di tempat biasanya kebakaran terjadi. Yakni di kawasan semak belukar berlahan gambut Jalan Lingkar Selatan Sampit, Minggu (30/5).

Simulasi kali ini dilakukan dengan memadamkan langsung lahan gambut yang sebenarnya. Kawasan semak belukar berlahan gambut tepat di samping Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang itu mejadi lokasi simulasi penanganan karhutla. Kegiatan itu disaksikan langsung Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Dedy Prasetyo, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri.

Bacaan Lainnya
Pasang Iklan

Dalam kegiatan simulasi tersebut,  terlihat kobaran api membakar lahan yang disimulasikan seluas dua hektar. Karena api yang muncul cukup besar maka sejumlah petugas dan berapa unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman agar kebakaran tidak semakin meluas.

Baca Juga :  Kebijakan Pemerintah Bisa Bikin Permintaan Layanan Vaksinasi Booster Melonjak

Menggunakan sarana dan prasarana yang dimiliki dengan sigap tim gabungan yang terdiri dari Tim Satgas Karhutla Kotim, BPBD, Damkar, Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pihak lainnya berjibaku memadamkan kebakaran lahan.Karena kebakaran terjadi di lahan gambut maka diperlukan alat dan teknik khusus pemadaman hingga api benar-benar padam.

Dedy Prasetyo mengatakan,  kegiatan ini sebagai upaya latihan dari tim gabungan dalam menangani terjadinya karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau tiba. Menurutnya kesiapsiagaan personel serta sarana dan prasarana yang dimiliki sudah memadai. “Simulasi ini digelar untuk melatih kerjasama personil dalam menangani karhutla saat musim kemarau,” sebutnya.

Sementara ituFahrizal Fitri menambahkan,  hal yang perlu dilakukan saat ini adalah upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu patroli di daerah rawan kebakaran juga perlu dilakukan secara rutin. “Pemerintah bersama TNI, Polri akan lebih mengedepankan upaya pencegahan supaya tidak ada masyarakat yang terkena sanksi akibat membakar lahan,” tandasnya



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *