Sudah 1.605 Jemaah Haji Asal Kalteng Tiba dari Tanah Suci

haji 2
DISAMBUT KELUARGA:  Kedatangan jemaah haji asal Kotim di Bandara Haji Asan Sampit, Sabtu (15/7) lalu. (HENY/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah (Kanwil Kemenkumham Kalteng) menyatakan, 1.605 haji asal provinsi setempat telah kembali dari melaksanakan rukun islam kelima di Tanah Suci Mekkah.

”Mereka terdiri dari jemaah haji, petugas kloter dan petugas haji daerah yang berasal dari kelompok terbang (kloter) 3, 4, 5, 6, 7 dan kloter 10. Kedatangan mereka bergantian sesuai jadwal yang ditetapkan,” kata Kakanwil Kemenkumham Kalteng, Noor Fahmi di ruang kerjanya di Palangka Raya, Senin.

Bacaan Lainnya

Dia menerangkan, pada 13 Juli 2023, jemaah haji pertama Kalteng yang kembali dari Tanah Suci adalah kloter 3 dengan jumlah 327 orang dan kemudian pada 14 Juli disambung kloter 4 dengan jumlah 325 orang.

Kemudian pada 16 Juli adalah kloter 5 dengan jumlah 327 orang, pada 17 Juli kloter 6 dengan jumlah 326, pada 18 Juli kloter 7 dengan jumlah 299 orang dan kloter 10 dengan jumlah satu orang.

”Jemaah haji kita yang belum kembali masih ada 102 orang. Rencana sisa pemulangan jemaah haji reguler ini direncanakan pada 28 Juli adalah kloter 18 dengan jumlah 99 orang dan pada 3 Agustus adalah kloter 17 sebanyak tiga orang,” katanya saat menggelar konferensi pers.

Baca Juga :  Swedia Deklarasikan Seks sebagai Olahraga, Siapkan Aturan untuk Gelar Kompetisi

Masing-masing jemaah mendapatkan jatah air zamzam lima liter dan telah didistribusikan pada para jemaah haji. Kemudian juga ada tambahan lima liter yang sebagian besar masih dalam proses pengiriman dari Arab Saudi ke Indonesia.

”Rencananya, nanti akan didistribusikan dari Pusat ke Kantor Wilayah Kemenag Kalteng dan Kantor Kemenag kabupaten kota untuk diserahkan ke jemaah,” kata Noor Fahmi.

Dia mengatakan, secara umum pelayanan yang diterima jemaah haji asal Kalimantan Tengah berjalan lancar. Bahkan ada beberapa jemaah haji yang harus mendapatkan layanan lebih dari petugas.

”Ini karena jemaah kita ada yang lansia dengan kondisi fisik kurang kuat, makan pun harus disuapi dan bahkan pakaian pun harus digantikan,” katanya.

Dia mengatakan, dari seluruh jemaah haji Kalteng, ada enam orang yang meninggal dunia yaitu Abdul Karim asal Kabupaten Barito Utara, Cunu dari Kabupaten Kapuas dan Murni asal Kabupaten Kapuas.



Pos terkait