Targetkan Status Level 1, Pemkab Kotim Gencarkan Vaksinasi Covid-19

vaksinasi
KEJAR TARGET: Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau pelaksanaan vaksinasi terhadap pelajar, beberapa waktu lalu. (DOK.YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini bisa lebih tenang menghadapi pandemi Covid-19. Angka kasus Covid-19 di Kotim terus mengalami penurunan.

”Alhamdulillah, kasus Covid-19 di Kotim sudah bisa terkendali. Mudah-mudahan seterusnya terus menurun,” kata Umar Kaderi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kotim saat ditemui Radar Sampit baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Umar mengatakan, saat ini wilayah Kotim masih menerapkan status PPKM level dua. Pemkab Kotim masih terus mengejar target program vaksinasi di Kotim.

”Sesuai instruksi Mendagri, daerah bisa naik ke level satu apabila telah melaksanakan program vaksinasi sebanyak 50 persen dari total jumlah penduduk di Kotim. Saat ini capaian vaksinasi Covid-19 di Kotim masih 36 persen dan terus kita kejar sebelum akhir tahun semoga bisa mencapai 50 persen,” ujarnya.

Perubahan status dari level dua ke level 1 membawa dampak positif terhadap masyarakat. Dengan level 1, kegiatan masyarakat yang sifatnya mengumpulkan banyak orang dapat dilakukan diatas 50 persen dari total kapasitas ruang.

Baca Juga :  Kotim Geger, Beredar Kabar Intervensi Perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan untuk Pilkada

”Kalau level 2, kegiatan masyarakat masih dibatasi sebanyak 50 persen. Kalau sudah berada di level 1, pelaku perjalanan angkutan udara bisa menggunakan rapid tes antigen. Selama ini Kotim untuk keluar dan masuk daerah masih mewajibkan melakukan pemeriksaan tes PCR,” ujarnya.

Dia berharap Dinkes Kalteng bisa mendistribusikan vaksin lebih banyak lagi untuk Kotim dan kabupaten lainnya, sehingga dapat mempercepat target pencapaian program vaksinasi.

”Target itu tergantung dari ketersediaan vaksin yang didroping oleh provinsi ke Kotim. Selama ini setiap vaksin yang datang langsung di droping ke semua puskesmas yang memberikan layanan program vaksin. Mudah-mudahan dalam waktu segera, vaksin yang dikirim provinsi lebih banyak, sehingga masyarakat Kotim dapat menerima program vaksin sampai tuntas,” tandasnya. (hgn/ign)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *