Terdampak Banjir, Kualitas Air PDAM Turun

Ilustrasi. (net)

PALANGKA RAYA – Luapan air Sungai Kahayan berdampak terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Palangka Raya. Terbukti dalam beberapa hari lalu hingga dua tiga hari kemarin, kualitas air PDAM mengalami penurunan. Aliran air ke ribuan pelanggan keruh.

Direktur Perusahan Umum Daerah Air Minum Kota Palangka Raya Budi Harjono mengakui hal tersebut. Dia menyimpulkan penurunan kualitas air itu lantaran imbas dari banjir. Namun ia memastikan hal tersebut tidak akan berlangsung lama.  Kualitas air bagi ribuan pelanggan PDAM akan jernih seperti sedia kala mulai Kamis (25/11) malam.

Bacaan Lainnya

”Terjadi penurunan kualitas air. Ini dampak banjir. Jadi banjir kemarin berimbas kepada air baku yang kita olah dan kita alirkan ke pelanggan. Jadi air terlihat tidak jernih dan terlihat pekat. Itu karena kandungan gambut tinggi. Namun saya pastikan kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Jadi kepada para pelanggan mohon maaf atas kondisi yang ada, ini karena alam dan tidak ada unsur kesengajaan,” ujarnya, Kamis (25/11).

Budi menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan timnya untuk sesegera mungkin memulihkan kondisi air. Termasuk, dengan menambahkan menggunakan tawas, kaporit dan soda ash serta tanah liat putih, guna menjernihkan dan menyaring air untuk didistribusikan kepada para pelanggan.

”Kami terus berusaha untuk distribusi air lebih jernih,” ujarnya.

Tim PDAM akan melaksanakan proses pencucian pipa.  Langkah itu dilakukan tengah malam hingga dini hari, sehingga tidak mengganggu pelanggan PDAM.

“Kita nanti gelar pencucian pipa sekitar tiga atau empat hari. Semoga dengan langkah itu air sudah lebih jernih kembali. Jujur penurunan kualitas air kemarin, terjadi hampir ke seluruh pelanggan di kota Palangka Raya,” ucapnya.

Pihaknya sudah mengumumkan kepada masyarakat terkait kondisi yang ada, meskipun ada beberapa pelanggan komplain terkait penurunan kualitas air tersebut.

”Sesegera mungkin aliran dan kualitas air akan kembali normal. Yang terimbas kualitas air mencapai 6 ribu pelanggan dari 14 ribu pelanggan saat ini,” sebutnya.

Budi menambahkan, bahwa dampak banjir kemarin sangat  terasa. Salah satunya peningkatan biaya operasional, salah satunya pendistribusian kualitas air dan  penyaringan.

Pos terkait